analisaforex

EUR/USD Lanjutkan Reli Berkat Ekspansi Dukungan Stimulus ECB

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD melejit pada sesi New York, setelah bank sentral Eropa (ECB) mengumumkan ekspansi skema pembelian obligasi daruratnya. Saat berita ditulis pada sesi Asia pagi ini (5/6), EUR/USD masih melanjutkan reli ke kisaran 1.1340. Euro juga unggul versus Poundsterling, Yen Jepang, dan deretan mata uang mayor lain.

EURUSD Lanjutkan Reli Berkat Dukungan Stimulus ECB

Kemarin, ECB mengumumkan peningkatan pembelian obligasi darurat sebesar 600 miliar Euro menjadi total 1.35 Triliun Euro, serta memperpanjang masa berlangsungnya skema quantitative easing ini hingga pertengahan 2021. Sebelumnya, pelaku pasar hanya memperkirakan kenaikan sebesar 500 miliar Euro.

Bagi pelaku pasar, keputusan ECB artinya bank sentral akan selalu hadir sebagai “pembeli terakhir” untuk obligasi-obligasi negara periferi yang tengah dilanda krisis ekonomi tetapi dipandang berisiko terlalu tinggi oleh kreditor. Akibatnya, keputusan ECB mendorong kenaikan tajam dalam obligasi Italia dan nilai tukar Euro.

“Ini merefleksikan resesi mendalam dalam perekonomian dan disinflasi signifikan yang akan dipicunya dalam beberapa tahun ke depan. Euro menguat karena keputusan itu versus Dolar AS, Yen Jepang, Franc Swiss, dan Poundsterling. Ini merefleksikan bahwa sentimen investor terhadap Zona Euro telah jauh lebih membaik,” ujar Georgette Boele, seorang pakar strategi forex senior di ABN Amro, “Jika EUR/USD melanjutkan relinya, level resisten berikutnya adalah level tertinggi terakhir yang berada tepat di bawah 1.15.”

Baca Juga:   Keuntungan EUR / USD Karena Investor Menghindari Dolar Menjelang Menit Fed

Kepercayaan investor terhadap masa depan Euro juga terdongkrak oleh dukungan Jerman terhadap ide stimulus bersama Uni Eropa pekan lalu. Kemampuan kawasan dalam menanggapi ancaman secara solid mendukung masa depan kesatuan politik-ekonomi ini.

“Aksi baru-baru ini oleh Komisi Uni Eropa, juga oleh ECB, telah mengurangi risiko lanjutan seputar outlook ekonomi area Euro,” kata Zach Pandl dari Goldman Sachs, “Tantangan utama Eropa terletak pada arsitektur kebijakan fiskalnya yang kurang lengkap. Namun, lembaga-lembaga Eropa membuat perubahan penting untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan itu. Itu termasuk pembelian obligasi ECB dan proposal dana pemulihan UE, yang kami kira akan sangat membantu koordinasi kebijakan fiskal di kawasan Euro.”

Sementara itu, Dolar AS masih tertekan oleh ekspektasi rilis data ketenagakerjaan yang lebih buruk nanti malam. Data klaim pengangguran minggu lalu menunjukkan penurunan cukup signifikan dibanding sepekan sebelumnya, tetapi masih lebih buruk dari ekspektasi pasar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply