analisaforex

EUR/USD Jatuh Pasca Rilis Data Inflasi dan Penjualan Ritel

Afiliasi IB XM Broker

Kurs EUR/USD tumbang sekitar 0.5 persen ke rekor terendah harian pada 1.2245 dalam perdagangan hari ini (7/1), walaupun dolar AS tengah tertekan akibat perkembangan politik di Washington. Pasalnya, data inflasi dan penjualan ritel Zona Euro menunjukkan kinerja terlalu buruk. Otoritas moneter dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam upaya mengatasi resesi kawasan.

EURUSD Jatuh Pasca Rilis Data Inflasi dan Penjualan Ritel

Eurostat melaporkan inflasi mencetak rekor terendah -0.3 persen pada bulan Desember (Year-on-Year), sementara penjualan ritel jatuh hingga -6.1 persen (Month-over-Month) pada bulan November. Padahal, konsensus ekonom memperkirakan inflasi naik tipis ke -0.2 persen dan penjualan ritel hanya jatuh ke -3.5 persen. Melesetnya ekspektasi ekonom menandakan konsekuensi lockdown berbagai negara anggota Zona Euro yang lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

“Outlook ritel masih tampak sulit, dengan ekstensi lockdown dan beberapa negara malah memperketat pembatasan lagi. Dampak ekonomi secara umum masih berubah-ubah karena pengumuman tentang pembatasan baru terus dibuat, tetapi tampaknya 2021 tak mungkin dimulai dengan pertumbuhan ekonomi positif,” kata Bert Colijn, ekonom senior ING.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 25/09/2020 - MANDIRI SYARIAH: LITERASI-DIGITALISASI KUNCI PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL

Minimnya pertumbuhan inflasi akan menjadi fokus pasar berikutnya, karena bank sentral Eropa (ECB) kini tak memiliki banyak alat kebijakan yang dapat digunakan untuk mendorong kenaikan inflasi ke arah target yang telah ditentukan. Selama beberapa tahun terakhir ECB telah memangkas suku bunga sampai nol dan memotong suku bunga deposit sampai -0.5 persen, sekaligus menggelontorkan stimulus moneter tanpa henti demi mendorong pertumbuhan GDP. Tapi pandemi COVID-19 menggagalkan semua upaya tersebut. Belum diketahui langkah apa yang akan diambil ECB dalam krisis kali ini.

Sebagian analis menyangsikan prospek bullish euro tahun ini gegara tanda-tanda resesi yang semakin mencolok. Namun, sebagian analis lain berpendapat euro masih lebih unggul daripada USD.

“Inflasi Zona Euro yang terus menerus negatif membuat yield riil Zona Euro tetap lebih tinggi daripada di AS. Implikasinya adalah tren naik fundamental EUR/USD kokoh,” kata Elias Haddad dari Commonwealth Bank of Australia, “Dalam pandangan kami, reli kelegaan pada USD akan singkat dan terbatas. Prospek pertumbuhan ekonomi global tetap menggembirakan, USD lebih mahal dibanding nilai yang diimplikasikan oleh selisih suku bunga 2-tahunan dan tidak ada permintaan yang mendasarinya.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply