EUR/USD Capai Tertinggi Sebulan Berkat Depresiasi Greenback

Kurs dolar AS hari ini (11/8/2022) melanjutkan pelemahan yang telah berlangsung sejak kemarin. Data inflasi AS yang mengecewakan memicu kejatuhan greenback dalam semua pasangan mata uang mayor. Indeks dolar AS (DXY) terjungkal ke bawah ambang 105.00 lagi, sementara EUR/USD mengonsolidasikan posisi pada rentang tertinggi sejak 5 Juli.

EURUSD Capai Tertinggi Sebulan Berkat Depresiasi Greenback

Data inflasi AS kemarin menunjukkan bahwa harga barang-barang di tingkat konsumen AS tak mengalami pertumbuhan dalam bulan Juli 2022, setelah sempat meningkat 1.3 persen pada bulan Juni. Pasar menganggapnya sebagai sinyal bahwa inflasi AS telah melewati rekor tertingginya, sehingga mengurangi urgensi kenaikan suku bunga The Fed secara agresif dalam bulan-bulan mendatang.

“Data (inflasi) kemarin memberikan harapan bahwa inflasi telah melewati puncaknya dan The Fed tak perlu menaikkan suku bunga terlalu tajam untuk mengendalikan inflasi,” papar analis dari Commerzbank dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Data pasar uang menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk bulan September mendatang telah menurun. Mayoritas kini memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam kesempatan itu.

Baca Juga:   AUD / USD Lebih Rendah Meskipun Data Pekerjaan Yang Layak

Sejumlah pejabat The Fed berupaya menangkal ekspektasi suku bunga lebih rendah melalui komunikasi publik mereka. Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa ia tak melihat adanya perubahan yang cukup signifikan untuk mendorong penurunan proyeksi suku bunga ke depan. Kashkari menilai suku bunga The Fed masih perlu dinaikkan sebanyak 1.5% lagi dalam tahun ini, diiringi dengan beberapa kali “rate hike” lagi pada 2023 demi mencapai target inflasi 2 persen.

Komitmen hawkish dari pejabat The Fed tak mampu memulihkan greenback. Dolar AS masih menjadi sasaran aksi jual dalam perdagangan hari ini, meskipun sejumlah analis menilai penurunannya ke depan tak akan terlalu dalam.

“Meskipun data (inflasi) kemarin jelas mengurangi risiko aksi agresif The Fed lebih lanjut (+75 basis poin) dan karenanya membatasi permintaan atas dolar AS, kami juga menilai data ini saja tak mungkin memicu aksi jual dolar AS lebih jauh dari sini,” ungkap analis dari MUFG.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.