Ekspektasi Bunga Zona Euro Menipis, EUR/USD Meringis

Euro merosot tajam sejak pembukaan perdagangan awal pekan ini. EUR/USD sempat mendekati ambang 1.0900, tetapi melemah terus menerus hingga terpuruk pada kisaran 1.0790-an pada awal sesi New York hari Rabu (6/12/2023). Para trader dan investor beramai-ramai melepas euro, karena suku bunga ECB tahun depan kemungkinan turun lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Ekspektasi Bunga Zona Euro Menipis EURUSD Meringis

Isabel Schnabel, salah satu anggota komite penentu suku bunga ECB, menjadi fokus pasar pekan ini. Ia mengatakan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan tidak akan terjadi karena inflasi sudah semakin menurun. Selain itu, ia tak menolak kemungkinan pemangkasan suku bunga pada paruh pertama tahun 2024.

Menanggapi beredarnya wawancara Schnabel, pelaku pasar langsung merevisi ekspektasi suku bunga ECB. Peluang untuk pemangkasan suku bunga ECB pada Maret 2024 melejit sampai 85 persen. Jumlah keseluruhan pemangkasan suku bunga ECB tahun depan juga bertambah sampai 150 basis poin saat berita ini ditulis.

“Bisakah kita membicarakan pemangkasan (suku bunga) sekarang? Dilihat dari wawancara hari ini dengan Isabel Schnabel, pengambil kebijakan ECB yang paling berpengaruh dan hawkish, jawabannya adalah ya,” kata Davide Oneglia, analis di TS Lombard.

Baca Juga:   Emas, Tembaga Melayang Rendah Di Asia Dengan Pemogokan Tambang Chili Dalam Fokus

Data-data ekonomi Zona Euro turut mendukung ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, khususnya laporan inflasi pekan lalu yang semakin mendekati target ECB. Namun, Isabel Schnabel justru menyebutnya sebagai “kejutan yang menggembirakan”.

Serangkaian laporan dari Destatis Jerman hari ini kian mempertegas suramnya prospek suku bunga dan perekonomian kawasan. Pesanan Pabrikan Jerman tercatat -3.7 persen (month-over-month) pada Oktober 2023, padahal konsensus sebelumnya mengantisipasi kenaikan tipis +0.2 persen.

Euro bukan hanya bertekuk lutut terhadap dolar AS, melainkan juga terhadap semua mata uang G10 kecuali Krona Swedia. EUR/JPY stagnan pada level terendah sejak akhir Oktober. EUR/GBP terbengkalai pada rentang terendah sejak pertengahan September.

“Pesanan pabrikan Jerman yang dirilis pagi ini menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 7.3 persen tahun-ke-tahun, menambah narasi negatif yang berkelanjutan seputar EUR. GBP/EUR mungkin akan kembali berupaya mencapai level tertinggi tahun 2023,” kata Thanim Islam, Kepala Analisis FX di Equals Money.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.