Dolar Turun, Yen Melonjak Karena Peringatan Omicron CEO Moderna

Oleh Saikat Chatterjee dan Tom Westbrook

LONDON (Reuters) – Dolar melemah terhadap para pesaingnya dan yen kembali ke level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Selasa setelah CEO Moderna (NASDAQ:MRNA) mengatakan vaksin COVID-19 tidak mungkin seefektif terhadap varian Omicron. seperti yang telah mereka lakukan dengan tipe lainnya.

Selera risiko mengambil pukulan di pasar dunia dengan greenback melemah 0,3% versus saingannya sementara yen Jepang naik 0,4% versus dolar ke level tertinggi sejak awal November di 112,95 yen. “Ketakutan pelaku pasar atas hasil yang lebih mengganggu bagi ekonomi global telah diperkuat semalam oleh komentar dari CEO Moderna Inc.,” kata ahli strategi Mizuho dalam catatan klien.

Imbal hasil Treasury AS turun 6 bps ke level terendah dalam dua minggu, menarik greenback lebih rendah karena pasar berpandangan bahwa pertarungan berkepanjangan dengan virus akan merusak ekspektasi seberapa cepat Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun 2022.

Sebagai tanda bahwa pasar Eropa bersiap untuk sesi berombak, franc Swiss naik ke level tertinggi dua minggu terhadap dolar AS sementara bertahan dalam jarak yang sangat dekat dari level terendah Juli 2015 terhadap euro.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 10/11/2021 - OJK DORONG PEMBENTUKAN BPA AJB BUMIPUTRA

“Tidak ada dunia, saya pikir, di mana (efektivitas) berada pada tingkat yang sama dengan Delta,” kata Kepala Eksekutif Moderna St├ęphane Bancel kepada Financial Times dalam sebuah wawancara.

Dolar Australia turun 0,65% ke level terendah baru 12 bulan di $0,7093, dan dolar Selandia Baru turun 0,6% menjadi $0,6783 setelah wawancara diterbitkan, menuju bulan terburuk sejak Mei 2015.

Pemantulan dalam mata uang euro tampaknya akan kehabisan tenaga sebelum data terbaru harga konsumen kawasan euro untuk November. Mata uang tunggal merosot ke palung hampir 17 bulan di $1,11864 pekan lalu karena pembuat kebijakan ECB tetap pada sikap dovish mereka dalam menghadapi inflasi yang memanas.

Sebelum kedatangan Omicron, pendorong utama pergerakan mata uang adalah bagaimana para pedagang merasakan kecepatan yang berbeda di mana bank sentral global akan mengakhiri stimulus era pandemi dan menaikkan suku bunga saat mereka berupaya memerangi kenaikan inflasi tanpa menghambat pertumbuhan.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply