analisaforex

Dolar Terhimpit Antara Data Inflasi dan Minat Safe Haven

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) cenderung bearish dalam rentang terbatas antara 92.40-92.60 selama perdagangan hari Rabu ini (15/9/2021). Kekecewaan pasar pada data inflasi AS kemarin berdampak negatif bagi greenback, tetapi gejolak pada sentimen risiko global justru mencegah kemerosotan lebih lanjut.

Dolar Terhimpit Antara Data Inflasi dan Minat Safe Haven

US Bureau of Labor Statistics (BLS) kemarin melaporkan bahwa laju inflasi konsumen inti hanya meningkat 0.1 persen (Month-over-Month) pada periode Agustus 2021, versus ekspektasi pasar yang dipatok pada 0.3 persen. Hal ini menumbuhkan keraguan terhadap prospek tapering The Fed dalam tahun 2021. Setidaknya, perlambatan inflasi dapat memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk tidak mengumumkan tapering yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar dalam rapat kebijakannya akhir bulan ini.

Greenback terperosok sejenak menyusul rilis data inflasi tersebut, tetapi kemudian langsung terangkat lagi berkat rilis data hasil survei bisnis The Fed New York yang jauh lebih baik daripada ekspektasi pasar. Sementara itu, publikasi sejumlah data ekonomi China tadi pagi memperburuk sentimen risiko global. Dolar AS biasanya cenderung dibeli ketika sentimen risk-off marak, karena statusnya sebagai mata uang safe haven.

Baca Juga:   Dolar Sedikit Lebih Tinggi Terhadap Mata Uang Utama, Data AS Di Tekan

“Dolar AS berjuang untuk menemukan arah yang lebih jelas di tengah semua ini, karena data CPI dan Non-farm Payroll yang lemah tampaknya mencederai ekspektasi (tapering) The Fed, sedangkan investor juga harus memperhitungkan pelemahan dalam saham -dan risiko bahwa pelemahan itu akan berlanjut- yang akan mendukung dolar AS dalam arus safe haven,” ungkap Shaun Osborne, kepala pakar strategi Scotiabank, dalam sebuah catatan yang dilansir oleh Reuters.

Katalis pasar berikutnya masih cukup lama, yakni rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari pada pekan depan. Rapat tersebut dapat memberikan kejelasan tentang rencana tapering The Fed maupun potensi kenaikan suku bunga AS.

Tapering biasanya mendorong apresiasi dolar AS, karena mengindikasikan bahwa The Fed bergerak semakin dekat ke pengetatan kebijakan moneter. Langkah tersebut juga mengisyaratkan bahwa bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, mengurangi jumlah dolar yang beredar dalam perekonomian, serta meningkatkan nilai mata uang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply