Dolar Terapresiasi, USD/JPY Mendekati Ambang Krusial 155

Dolar AS sempat mencapai level terkuat dalam lima bulan terhadap euro dan pound sterling pada perdagangan hari Selasa (16/4/2024). Sementara itu, USD/JPY melonjak ke level tertinggi sejak tahun 1990. Duet Ninja mendekati ambang krusial pada 155 yang diwaspadai oleh para trader lantaran tingginya kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang.

Dolar Terapresiasi USDJPY Mendekati Ambang Krusial 155

Greenback terkerek oleh data-data pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan konsensus, termasuk data penjualan ritel untuk bulan Maret 2024 yang dirilis pada hari Senin. Pasar meyakini Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga yang tinggi dalam waktu lebih lama, selaras dengan kondisi ekonomi AS yang lebih baik serta inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Di saat yang sama, peningkatan ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran semakin meningkatkan prestise Dolar AS sebagai aset safe haven.

“Kenyataannya adalah bahwa perekonomian kita sedang berkembang,” kata Juan Perez, direktur perdagangan Monex USA di Washington, “Pada kuartal keempat (2023), idenya adalah kita akan mengalami perlambatan di Amerika Serikat, tetapi ada bukti sebaliknya.”

Baca Juga:   GBP / USD Turun Pada Komentar Yellen

Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan melaksanakan kurang dari dua kali pemangkasan suku bunga sebesar masing-masing 25 basis poin tahun ini. Proyeksinya turun dari tiga kali pemangkasan suku bunga pada bulan lalu. Pemangkasan pertama diperkirakan akan dilakukan pada bulan September, juga mundur cukup jauh dari perkiraan sebelumnya yang dipatok pada Juni.

Perhatian pasar berikutnya terfokus pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam beberapa jam ke depan. Komentarnya mengenai inflasi, suku bunga, dan/atau tensi geopolitik dapat memengaruhi dolar AS. Selain itu, pasar menyoroti kemungkinan intervensi mata uang oleh otoritas Jepang.

Para petinggi Jepang telah berulang kali mengungkapkan peringatan tegas mengenai risiko fluktuasi nilai tukar yang terlalu tajam. Namun, para pakar berpendapat intervensi Jepang dalam situasi ini tak akan benar-benar mampu mengubah tren bearish yen.

“Intervensi saat ini hanya dapat berhasil untuk memperlambat atau mengelola laju depresiasi, tetapi tidak dapat mengubah suatu tren. Dan hal ini sebenarnya memakan biaya yang sangat besar,” kata Kenneth Broux dari Societe Generale, “Tantangan besar bagi sejumlah mata uang Asia adalah selama yield obligasi AS terus naik lebih tinggi, Anda tidak akan menguat pesat karena Anda berjuang melawan selisih yield yang lebih lebar.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.