Dolar Selip Dalam Detik-Detik Menjelang Pengumuman FOMC

Indeks dolar AS (DXY) selip sekitar 0.2 persen sampai sekitar 111.08 pada awal sesi New York, kemudian hanya beranjak sedikit ke 111.30-an setelah rilis data ketenagakerjaan ADP. Semua mata masih terpusat pada jadwal pengumuman hasil rapat FOMC Federal Reserve dalam beberapa jam ke depan, khususnya terkait suku bunga dan proyeksi inflasi.

Dolar Selip Dalam Detik-Detik Menjelang Pengumuman FOMC

ADP melaporkan bahwa jumlah pekerjaan non-pertaninan bertambah 239k pada periode Oktober 2022. Angka tersebut lebih tinggi daripada estimasi konsensus yang hanya 195k. Namun, data untuk periode September direvisi turun dari 209k menjadi 192k saja.

Data ADP tersebut memberikan harapan untuk data Nonfarm Payroll yang unggul pada hari Jumat mendatang. Namun, data tidak mampu memupus kekhawatiran pasar terhadap prospek perlambatan ekonomi.

Pasar tetap yakin FOMC akan menaikkan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin hari ini, tetapi belum tentu melanjutkan kenaikan secara agresif pada periode mendatang. Data pasar uang menunjukkan pendapat pelaku pasar terpecah nyaris sama rata untuk kenaikan suku bunga Desember antara 75 dan 50 basis poin.

Baca Juga:   GBP/USD Kalem Merespons Pengumuman Bank Sentral Inggris

“Pasar akan mencari tanda-tanda potensi perlambatan dalam laju kenaikan suku bunga pada rapat Desember, khususnya dalam konferensi pers (Ketua The Fed) Powell… Akan sangat sulit bagi Powell untuk mencapai keseimbangan (antara hawkish dan dovish -red),” kata Daria Parkhomenko, pakar srategi FX di RBC Capital Markets, “Kami pikir The Fed akan berkeinginan untuk mempertahankan pilihan kenaikan suku bunga 50 atau 75 basis poin pada Desember, karena masih ada dua kali laporan (inflasi) CPI dan dua rilis Non-farm Payroll sebelum rapat tersebut.”

Kemunduran sementara dolar AS saat ini memberikan kesempatan bagi rival-rivalnya untuk beranjak. USD/JPY menorehkan penurunan paling besar setelah jatuh sekitar 0.9 persen sampai kisaran 146.88.

Sejumlah trader mengira Jepang telah melaksanakan intervensi lagi. Namun, para analis menilai penurunan USD/JPY semata berkaitan dengan beberapa faktor yang sedang berpengaruh saat ini –termasuk koreksi yield obligasi US Treasury–.

“Ini tak tampak seperti intervensi bagi saya,” kata Ray Attrill dari National Australia Bank, “Dalam tiga kejadian yang kita ketahui, BOJ mengintervensi dengan ukuran yang besar dan berulang-ulang, dan jika kita menyaksikan intervensi sekarang -kecuali polanya berubah- saya kira kita semestinya menyaksikan pergerakan yang jauh lebih signifikan berlanjut sampai sekarang.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.