Dolar Naik Tipis Jelang Testimoni Powell

Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis pada kisaran 105.05 dalam perdagangan awal sesi New York hari Selasa (9/7/2024). Pelaku pasar menunggu testimoni Ketua The Fed Jerome Powell dalam beberapa jam ke depan, sembari mencari petunjuk baru untuk memprediksi prospek suku bunga Amerika Serikat.

Dolar Naik Tipis Jelang Testimoni Powell

Para trader dan investor mensinyalir Jerome Powell akan menyampaikan pernyataan yang bernada dovish dalam testimoninya di hadapan Kongres AS. Pasalnya, data-data pasar tenaga kerja belakangan ini semakin melambat dan laju inflasi sudah semakin mendekati target 2 persen.

Proyeksi Dot Plot dari rapat FOMC terakhir hanya menunjukkan wacana pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini sebanyak satu kali saja. Namun, para pakar memperkirakan Powell mungkin akan menganggap proyeksi tersebut sudah lawas.

Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York, mengatakan bahwa Powell juga kemungkinan akan mengungkapkan bahwa “data yang masuk telah meningkatkan keyakinan The Fed bahwa perekonomian sedang melambat dan inflasi kembali menuju targetnya”.

Data pasar kini menunjukkan para trader sudah kembali memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak dua kali tahun ini. Pemangkasan paling awal kemungkinan terjadi pada September. Fokus pasar selama beberapa hari ke depan adalah mencari konfirmasi untuk spekulasi tersebut, baik dalam testimoni Powell nanti malam maupun rilis data inflasi CPI AS pada hari Kamis.

Baca Juga:   Dolar Kanada Anjlok Setelah Harga Minyak Merosot Nyaris 1 Persen

Konsensus memperkirakan kenaikan harga-harga pada kelompok semua barang sebesar 0.1 persen saja pada bulan Juni, sedangkan kelompok inti tumbuh 0.2 persen. Keduanya selaras dengan pertumbuhan inflasi utama melambat sampai 3.1 persen dan inflasi inti tetap melaju 3.4 persen secara year-on-year.

Berbagai spekulasi tersebut semestinya menekan Dolar AS. Namun, Dolar AS justru menguat tipis karena pelaku pasar cenderung ambil untung menjelang peristiwa berdampak tinggi seperti testimoni Powell ini.

Duet EUR/USD terus terbebani oleh kisruh politik Prancis pada kisaran 1.0815. GBP/USD menghadapi aksi ambil untung seusai kenaikan tajam kemarin. USD/JPY juga menggeliat lagi pada kisaran 161.25, kendati Bank of Japan mulai mewacanakan pengetatan kebijakan lanjutan melalui tapering.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.