analisaforex

Dolar Melonjak Setelah Penjualan Ritel AS Lampaui Ekspektasi

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) meroket lebuh dari 0.4 persen ke kisaran 97.36 pada pertengahan sesi New York hari Selasa ini (16/7), setelah rilis data penjualan ritel Amerika Serikat. Kenaikan penjualan ritel secara tak terduga membuat pelaku pasar mengendalikan spekulasi mengenai rencana pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Selaras dengan itu, Greenback menguat terhadap sebagian mata uang mayor. USD/JPY naik 0.35 persen ke level 108.28, sementara EUR/USD terpuruk 0.37 persen ke kisaran 1.1216 karena data ekonomi Jerman yang mengecewakan.

Dolar Melonjak Setelah Penjualan Ritel AS Lampaui Ekspektasi

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel mengalami kenaikan 0.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Juni 2019, lebih tinggi daripada estimasi awal yang hanya 0.1 persen. Kenaikan tersebut khususnya berkat pertambahan aktivitas pembelian kendaraan bermotor dan beragam produk lain. Sementara itu, penjualan ritel yang tak memperhitungkan otomotif, gas, bahan bangunan, dan restoran (Retail Sales Ex. Gas/Autos) justru melonjak 0.7 persen dalam periode yang sama. Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) juga menanjak 0.4 persen.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 24/06/2019 - AIRASIA LUNCURKAN LIMA RUTE DOMESTIK BARU

Peningkatan dari sektor ritel AS pada bulan Juni ini senada dengan kenaikan solid pada dua bulan sebelumnya. Karenanya, pelaku pasar menganggapnya sebagai sinyal akselerasi belanja konsumen pada kuartal II/2019, menepis pertumbuhan lambat pada kuartal pertama. Pengetatan pasar tenaga kerja kemungkinan menopang belanja konsumen dan pertumbuhan ekonomi AS di tengah melambatnya investasi bisnis, perang dagang AS-China, dan melemahnya pertumbuhan ekonomi global.

Seusai rilis data ini, investor dan trader masih meyakini bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat tanggal 30-31 Juli mendatang untuk menanggulangi perlambatan ekonomi. Namun, data mengonfirmasi bahwa Fed tak akan memangkas suku bunga hingga 50 basis poin sebagaimana sempat dikhawatirkan oleh pelaku pasar pasca testimoni Ketua Fed pekan lalu.

Rilis forecast Gross Domestic Product (GDP) terbaru dari kantor Federal Reserve wilayah Atlanta mematok proyeksi kenaikan GDP AS sebesar 1.4 persen pada kuartal II/2019, setelah mencetak kenaikan 3.1 persen pada kuartal pertama. Laju ekspansi ekonomi melambat karena mulai memudarnya efek stimulus fiskal dari pemangkasan pajak dan belanja pemerintah yang diluncurkan pada awal pemerintahan Presiden Donald Trump.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply