analisaforex

Dolar Melemah Lagi Karena Trump Tak Setuju Kenaikan Fed Rate

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) mencatatkan pelemahan hari keempat berturut-turut pada perdagangan hari Selasa (21/Agustus). DXY merosot nyaris 0.20 persen ke level 95.56 dalam transaksi intraday setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tak menyetujui keputusan bank sentralnya (Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunga.

Dolar Melemah Lagi Karena Trump Tak Setuju Kenaikan Suku Bunga

Pelemahan Indeks Dolar AS tersebut diikuti dengan penguatan mata uang-mata uang mayor lain. Pasangan mata uang EUR/USD melonjak 0.35 persen ke 1.1523 saat ulasan ini ditulis. GBP/USD juga naik 0.28 persen ke 1.2833 dan AUD/USD menguat 0.28 persen ke 0.7359, sementara NZD/USD menjadi juara pasar hari ini dengan mencatatkan kenaikan lebih dari 0.40 persen ke 0.6665. Tak ketinggalan, XAU/USD mengalami rebound setinggi 0.20 persen ke 1192.88.

Federal Reserve telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali sejak Trump dilantik menjadi Presiden, dan mayoritas pelaku pasar mengekspektasikan Federal Reserve akan melakukannya lagi pada bulan September. Namun, sang presiden nampaknya tak menyetujui kebijakan tersebut.

“Tidak, saya tak senang dengan (keputusan) dia untuk menaikkan suku bunga,” kata Trump mengenai Ketua Fed, Jerome Powell, dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Ia menyiratkan bahwa keputusan Fed tidak sesuai dengan upayanya untuk melakukan yang terbaik bagi Amerika Serikat sambil mengungkapkan, “Seharusnya saya mendapatkan bantuan dari Fed.”

Baca Juga:   Dolar Naik Ke Puncak 13 Tahun Terhadap Yen

Sejauh ini Trump belum pernah mengambil langkah konkrit untuk campur tangan dalam pengambilan kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Akan tetapi, ini bukan pertama kalinya ia menyampaikan ketidaksetujuannya soal pengetatan moneter. Sebelumnya, Trump pernah menyampaikan pendapat bernada serupa dalam sebuah wawancara lain dengan jaringan televisi CNBC pada bulan Juli lalu.

Belum ada yang berkomentar untuk menanggapi opini Trump dari pihak Federal Reserve, baik juru bicara maupun pejabat tinggi. Namun, pasar akan memantau pidato Jerome Powell pada simposium Jackson Hole pekan ini guna mengukur seberapa besar peluang kenaikan suku bunga berikutnya dan apakah pandangan presiden akan menjadi bahan pertimbangan Fed. Selain itu, komentarnya mengenai outlook ekonomi Amerika Serikat juga akan menjadi pusat perhatian, khususnya dalam kaitannya dengan konflik perdagangan versus Tiongkok dan sejumlah negara sekutu AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply