Dolar Makin Tertekan Gegara Data Pengangguran AS

Indeks Dolar AS (DXY) jatuh sampai menyentuh level terendah pada 102.35 dalam perdagangan sesi New York hari Jumat (8/3/2024). Aksi jual greenback terpicu oleh perilisan paket data tenaga kerja Amerika Serikat yang cenderung mengecewakan meskipun angka Nonfarm Payroll-nya meningkat lebih tinggi dari perkiraan awal.

Dolar Makin Tertekan Gegara Data Pengangguran AS

Pelaku pasar telah memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga pada Juni mendatang. Perkiraan tersebut memperoleh konfirmasi dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis hari ini.

Laporan US Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat pada bulan Februari 2024, tetapi kenaikan tingkat pengangguran dan moderasi pertumbuhan upah tetap menjadi pertimbangan yang mendukung penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni.

Nonfarm Payroll Februari meningkat sebanyak 275k, di atas estimasi konsensus yang dipatok pada 198k, tetapi Nonfarm Payroll Januari direvisi turun dari 353k menjadi 229k. Pertumbuhan Pendapatan Rata-rata Perjam hanya tumbuh 0.1 persen (month-over-month) pada Februari 2024, sedangkan data Januari direvisi turun dari 0.6 persen menjadi 0.5 persen.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 03/07/2020 ICTSI JASA PRIMA CATAT RUGI US$1 JUTA HINGGA MARET 2020

Pasar juga menyoroti kenaikan Tingkat Pengangguran AS dari 3.7 persen menjadi 3.9 persen pada periode Februari. Padahal, konsensus sebelumnya memperkirakan angkanya akan stagnan.

Para trader segera memanfaatkan situasi untuk melepas dolar AS dan beralih ke aset-aset lain yang akan lebih menguntungkan pada iklim suku bunga lebih rendah. Berbagai indeks saham Wall Street melejit, demikian pula harga emas spot.

Rival-rival greenback ikut terkerek. EUR/USD mempertahankan posisi di atas level tertinggi satu bulan pada kisaran 1.0950-an. GBP/USD menguat sekitar 0.5 persen sampai 1.2870-an. AUD/USD dan NZD/USD juga menguat secara lebih moderat.

USD/JPY bereaksi paling keras. Duet ninja sempat terperosok sampai level terendah pada 146.48, sebelum termoderasi sampai 147.10-an. Penguatan pasangan mata uang ini tak terbendung lagi, karena ekspektasi selisih suku bunga Jepang dan AS menyempit. Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga bulan ini, sedangkan The Fed berpotensi menurunkan suku bunga pada Juni.

“Pasar telah benar-benar meninggalkan dolar pada minggu ini: memperoleh pembukaan berupa data PMI Jasa yang lebih lemah, kemudian hidangan utama berupa pidato Powell di mana ia tetap membuka pintu bagi penurunan suku bunga tahun ini. Bahkan angka utama Nonfarm Payroll yang mengalahkan ekspektasi pasar dengan penambahan 275,000 lapangan kerja pun tidak cukup untuk menyelamatkan sentimen dolar. Hal ini sebagian karena rata-rata pendapatan per jam berada di bawah ekspektasi,” kata Joe Tuckey, Kepala Analisis Forex di Argentex Group PLC.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.