analisaforex

Dolar Kiwi Jeblok Akibat Rencana Kebijakan Suku Bunga Negatif

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang NZD/USD anjlok hingga 0.8 persen ke kisaran 0.6577, rekor terendahnya dalam sebulan terakhir. Pengumuman kebijakan bank sentral New Zealand tadi pagi (23/9) memicu aksi jual karena terungkapnya rencana pemberlakuan suku bunga negatif dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar Kiwi Jeblok Akibat Rencana Kebijakan Suku Bunga Negatif

Sejak awal pekan ini, dolar kiwi telah rontok akibat dampak sentimen risk-off global yang terpacu sehubungan dengan kabar lonjakan COVID-19 di benua Eropa. Bursa ekuitas maupun komoditas ambruk, berefek buruk bagi mata uang berbeta tinggi ini.

Kemerosotan kiwi terakselerasi lagi hari ini pasca pengumuman kebijakan bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ). Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 0.25 persen dan target program quantitative easing sebesar USD100 Miliar. Namun, RBNZ mengungkapkan secara eksplisit bahwa mereka berencana memangkas suku bunga ke teritori negatif.

Menurut RBNZ, target utama kebijakan masih tetap “langkah-langkah untuk meningkatkan provisi kredit perbankan, pergeseran menuju suku bunga negatif, dan pembelian aset-aset asing”. RBNZ menilai dukungan moneter berkelanjutan terus dibutuhkan untuk menopang perekonomian di tengah krisis COVID-19.

Baca Juga:   Kurs Rupiah Kembali Terperosok Akibat Perkembangan Global

Pelaku pasar menanggapi pengumuman RBNZ dengan melepas holding dolar New Zealand. Para analis memperkirakan RBNZ akan menaikkan skala quantitative easing pada kuartal terakhir tahun ini, kemudian disusul dengan pemangkasan suku bunga ke teritori negatif pada paruh pertama tahun 2021.

“RBNZ tidak benar-benar menjanjikan OCR negatif, mengatakan bahwa mereka ‘bersiap-siap untuk menyediakan stimulus tambahan’. Tetapi cukup jelas ke arah mana angin bertiup. Kami terus memperkirakan RBNZ akan memangkas OCR sebesar 50 basis poin pada bulan April menjadi -25%, ditambah risiko pemangkasan suku bunga lagi setelah jeda sementara untuk memeriksa apakah semuanya berlangsung sesuai ekspektasi,” kata Sharon Zollner, seorang akonom dari ANZ.

Ini sebenarnya bukan pertama kalinya RBNZ menyinggung rencana pemberlakukan suku bunga negatif. Namun, paparan RBNZ memberikan wawasan lebih konkrit tentang langkah-langkah pelonggaran moneter ke depan.

“Apa yang berbeda kali ini adalah komentar tentang kemajuan dalam kemampuan bank untuk meluncurkan instrumen moneter tambahan. Pertama, RBNZ secara eksplisit mencatat instrumen-instrumen alternatif ini dapat diluncurkan secara independen dan bukan dalam bentuk satu paket kebijakan. Kedua, tercatat bahwa FLP (program bantuan likuiditas perbankan -red) akan siap sebelum akhir tahun kalender ini, menjadi sinyal eksplisit bagi sektor perbankan untuk bersiap-siap sekarang,” kata Mark Smith, senior ekonom dari ASB.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply