analisaforex

Dolar Kanada Tumbang Karena Bank Sentral Enggan Naikkan Suku Bunga

Afiliasi IB XM Broker

Dolar Kanada ambruk total versus Dolar AS dalam perdagangan sesi New York hari Rabu ini (29/5), sehubungan dengan pengumuman bank sentralnya yang terkesan enggan menaikkan suku bunga selama perang dagang masih berlangsung. Saat berita ditulis, pasangan mata uang USD/CAD telah melonjak nyaris 0.5 persen hingga mencapai level tertinggi tahun ini pada kisaran 1.3546, meski tak lama kemudian relinya termoderasi.

Dolar Kanada Tumbang Karena Bank Sentral Enggan Naikkan Suku Bunga

Pasca rapat kebijakan moneternya hari ini, para pejabat bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) memutuskan untuk membiarkan suku bunga tetap pada level 1.75 persen. Gubernur BoC, Stephen Poloz, juga menyampakan penilaian yang cukup optimistis mengenai kinerja dan outlook ekonomi Kanada.

Katanya, “Data ekonomi Kanada baru-baru ini selaras dengan proyeksi bank sentral dalam laporan kebijakan moneter (yang dirilis pada) bulan April, dengan bukti terakumulasi bahwa perlambatan di akhir 2018 dan awal 2019 telah diikuti oleh kenaikan mulai kuartal kedua (tahun ini).”

Poloz mencatat sejumlah perkembangan bagus, khususnya karena pemulihan di sektor migas yang merupakan salah satu kunci utama pertumbuhan GDP dan nilai tukarnya. BoC juga menyampaikan ekspektasi bahwa semua indikator inflasi tetap berada pada kisaran target 2 persen dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:   Harga Minyak Naik Meskipun Ketakutan Pasokan Berlebihan

Terlepas dari optimisme tersebut, Dolar Kanada tetap tumbang. Penyebabnya adalah arahan bank sentral mengenai rencana perubahan suku bunga mendatang. Secara eksplisit, BoC menyatakan bahwa keputusan mengenai perubahan kebijakan ke depan akan tergantung pada perkembangan ekonomi domestik, dan mereka akan memerhatikan secara khusus “perkembangan belanja rumah tangga, pasar minyak, dan perdagangan global.”

Hal ini dapat disimpulkan sebagai minimnya prospek kenaikan suku bunga Kanada dalam waktu dekat, karena konflik dagang AS-China kini tengah bertransformasi menjadi perang dagang berskala raksasa. Sejalan dengan itu, prospek bullish USD/CAD pun meningkat.

Baru saja tadi pagi, media milik pemerintah China meluncurkan laporan bahwa Beijing tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor sejumlah mineral langka yang dibutuhkan dalam pembuatan produk-produk berteknologi tinggi. Kabar itu dirilis hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kalau pihaknya tak siap untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan bahkan bisa menaikkan bea impor lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply