Dolar Cari Pijakan Di Tengah Kenaikan Pengangguran AS

Indeks Dolar AS (DXY) runtuh pada perdagangan hari Jumat lalu, sehubungan dengan kenaikan tingkat pengangguran dalam laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Namun, greenback mulai mencari pijakan baru pada perdagangan hari Senin (8/7/2024) menjelang testimoni Ketua The Fed dan rilis data inflasi AS.

Dolar Cari Pijakan Di Tengah Kenaikan Pengangguran AS

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan peningkatan Nonfarm Payroll sebesar 206k pada bulan Juni 2024, atau lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus yang dipatok pada 191k. Namun, ada revisi data periode Mei 2024 dari 272k menjadi 218k.

Rincian lain dalam paket laporan ketenagakerjaan Juni sama-sama mengecewakan. Kenaikan Rerata Pendapatan Perjam hanya meningkat 0.3 persen, sehingga pertumbuhan tahunannya melambat dari 4.1 persen menjadi 3.9 persen. Tingkat pengangguran AS meloncat dari 4.0% menjadi 4.1% secara mengejutkan.

Data-data tersebut mendukung pemangkasan suku bunga The Fed lebih awal. Data Fedwatch CME menunjukkan kenaikan peluang dari sekitar 65 persen sampai sekitar 75 persen untuk skenario pemangkasan suku bunga mulai September. Tak pelak, kurs Dolar AS rontok.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 09/09/2020 - DPR SEPAKATI ANGGARAN KEMENKO PEREKONOMIAN TAHUN ANGGARAN 2021

Pelaku pasar berikutnya akan memantau rilis data inflasi CPI Amerika Serikat, testimoni Ketua The Fed Jerome Powell, serta komunikasi publik dari para pejabat The Fed lainnya. Apabila ada konfirmasi untuk pemangkasan suku bunga lebih awal, Dolar AS terancam melemah lebih lanjut. Alternatif lain, greenback kemungkinan akan melenggang sideways pada kisaran saat ini dalam jangka pendek.

“Minggu ini akan menjadi minggu yang panas bagi makro AS, dengan laporan CPI untuk bulan Juni yang akan dirilis pada hari Kamis. Kami memperkirakan angka (inflasi CPI) inti sebesar 0.2 persen dari bulan ke bulan, sejalan dengan konsensus, yang seharusnya cukup untuk membuat pasar terus berharap pada penurunan suku bunga di bulan September,” kata analis di ING, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Berbagai pasangan mata uang mayor menampilkan kinerja beragam pada awal pekan ini. GBP/USD terus mempertahankan relinya seusai pemilu Inggris yang berakhir sesuai ekspektasi. USD/JPY melanjutkan penurunannya seiring dengan rilis beberapa data ekonomi Jepang yang lebih baik. Namun, EUR/USD terbebani oleh ketidakpastian baru.

Baca Juga:   Pounds Disudutkan Oleh Buruknya Kabar Brexit dan Data PMI

Pemilu Prancis putaran kedua pada akhir pekan lalu membuahkan hasil yang menyimpang dari perkiraan sebagian besar pelaku pasar. Pemenang pemilu bukanlah partai sayap kanan seperti perkiraan sebelumnya, melainkan justru koalisi sayap kiri yang mengajukan rencana ekonomi paling kontroversial. Konsekuensinya, EUR/USD kini tertahan dalam rentang yang sama dengan hari Jumat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.