Dolar Berkonsolidasi Menyongsong Rapat FOMC Pekan Ini

Indeks dolar AS (DXY) bergerak fluktuatif dalam rentang yang telah terbentuk kemarin. Posisinya menurun sampai kisaran 110.70-an pada sesi Eropa, tetapi telah beranjak lagi ke kisaran 111.50-an saat berita ini ditulis pada awal sesi New York (1/11/2022). Para trader dan investor cenderung wait-and-see menjelang rapat FOMC The Fed yang akan diselenggarakan mulai malam ini hingga dua hari ke depan.

Dolar Berkonsolidasi Menyongsong Rapat FOMC Pekan Ini

Dua bank sentral utama lain yang menggelar rapat kebijakan baru-baru ini –bank sentral Kanada dan Australia– telah mengekspresikan niat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga mereka. Pasalnya, sinyal perlambatan ekonomi semakin nyata meskipun laju inflasi masih terus meninggi.

Pasar mulanya khawatir The Fed akan mengungkapkan sinyal dovish serupa, sehingga greenback terkoreksi pada sesi perdagangan pagi. Publikasi data PMI dan JOLTs mengikis kekhawatiran tersebut, meskipun tak mampu mengentaskan kewaspadaan pasar sepenuhnya.

Hasil survei Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk sektor manufaktur AS bulan Oktober 2022 menunjukkan penurunan skor dari 50.9 menjadi 50.2, tetapi kinerja tersebut lebih baik daripada estimasi konsensus yang hanya 50.5. Data juga jauh lebih cemerlang daripada laporan PMI lain versi S&P Global yang dipublikasikan lebih awal.

Baca Juga:   Keuntungan USD / JPY Terus Di Atas 100 Dengan Ditunggu Nikkei Terbuka

Data rekrutmen kerja JOLTs menunjukkan peningkatan yang cukup besar dari 10.280 juta menjadi 10.717 juta pada periode September 2022. Padahal, konsensus sebelumnya memperkirakan penurunan sampai 10.000 juta.

Beberapa data ekonomi AS paling anyar tersebut jelas menampilkan kinerja yang ciamik. Pasar menjadi semakin yakin terhadap prospek kenaikan suku bunga The Fed yang tetap agresif, sehingga dolar AS menguat dan bursa saham Wall Street tumbang. Namun, masih ada kemungkinan bos The Fed besok akan menyampaikan pernyataan yang bernada lebih dovish daripada ekspektasi.

“Pasar berharap (Ketua The Fed) Jerome Powell akan mengenakan kostum Sinterklasnya lebih awal, memberikan sinyal kenaikan suku bunga yang lebih lambat dan bertahap dalam bulan-bulan mendatang,” kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Corpay, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Di samping FOMC The Fed, para trader kini sedang menantikan hasil rapat beberapa bank sentral utama lain. Publikasi data Nonfarm Payroll AS menjelang akhir pun juga dapat menjadi katalis penting berikutnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.