Dolar Berkonsolidasi Di Tengah Eskalasi Tensi Timur Tengah

Indeks Dolar AS (DXY) stabil pada kisaran 106.00 dalam perdagangan sesi New York hari Jumat (19/4/2024). Adu rudal Israel-Iran sempat memicu kekhawatiran, tetapi pasar lebih kalem lantaran minimnya sinyal eskalasi yang lebih luas.

Harga berbagai jenis aset keuangan tak terlalu terdampak oleh tensi geopolitik tersebut. Harga minyak mentah sempat melambung pada sesi Asia, tetapi segera terstabilisasi kembali dalam tempo beberapa jam kemudian.

Dolar Berkonsolidasi Di Tengah Eskalasi Tensi Timur Tengah

Pada akhir pekan lalu, Iran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Israel sebagai aksi balasan atas penyerangan kedutaannya di Damaskus. Israel kemudian membalasnya kembali dengan meluncurkan rudal ke Isfahan hari ini. Terlepas dari itu, Iran belum menunjukkan niat untuk melakukan penyerangan lagi. Berbagai negara juga berupaya untuk “mendinginkan” ketegangan dengan menghimbau agar semua pihak menahan diri.

Minat beli safe haven mereda seiring dengan minimnya sinyal eskalasi yang lebih luas. Kurs yen Jepang dan franc Swiss sempat melonjak sejenak, tetapi langsung termoderasi kembali dalam waktu singkat. USD/JPY dan USD/CHF kini sudah kembali ke rentang harga yang terbentuk sebelum serangan Israel ke Isfahan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EMAS / PERAK / TEMBAGA : 09-13 Desember 2013

Di saat yang sama, kekhawatiran masih mewarnai pasar. Para trader bukan hanya mengkhawatirkan tensi Timur Tengah, melainkan juga prospek suku bunga dunia yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama. Banyak pihak memilih untuk wait-and-see saja sampai munculnya konfirmasi lebih lanjut.

Ketidakpastian juga mengekang pasar ekuitas Amerika dan Eropa. Beberapa indeks saham Wall Street menampilkan kinerja beragam saat berita ini ditulis. Dow Jones menguat, tetapi Nasdaq dan S&P500 melemah. Para pelaku pasar masih terus mempertimbangkan konsekuensi dari tingkat suku bunga yang sangat tinggi bagi perusahaan-perusahaan dan perekonomian secara umum.

“Pasar kurang yakin terhadap kedua arah (baik naik maupun turun),” kata Michael Green, kepala strategi di Simplify Asset Management di Philadelphia, “Ada kebingungan mengenai kesehatan perekonomian secara keseluruhan.”

“Laporan pendapatan (emiten Wall Street) sejauh ini sangat beragam,” tambah Green. “Sebagian besar perusahaan melaporkan hasil yang relatif kurang memuaskan dan panduan yang agak beragam.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.