analisaforex

Dolar Australia Selip Gegara Perubahan Kebijakan Bank Sentral China

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD melemah lebih dari 0.4 persen ke kisaran 0.7200-an dalam perdagangan awal pekan (12/10). Aussie sempat meroket pada hari Jumat berkat melambungnya sentimen risk-on di pasar keuangan global, tetapi kelanjutan reli terhalang oleh perubahan kebijakan terbaru dari bank sentral China. Sejumlah analis masih menilai apresiasi Aussie akan terus berlanjut sehubungan dengan memburuknya sentimen pasar terhadap USD jelang pemilu presiden AS bulan depan.

Dolar Australia Selip Gegara Perubahan Kebijakan Bank Sentral China

Mata uang Yuan China telah menguat pesat sejak bulan Mei 2020, hingga menyentuh posisi terkuat sejak Mei 2019 dalam perdagangan pekan lalu. Bank sentral China (PBoC) agaknya kurang menyukai situasi ini, sehingga mereka mengumumkan syarat cadangan 20% yang sebelumnya diwajibkan bagi perbankan.

Perubahan peraturan ini mempermudah pelaku pasar yang ingin menjual yuan, sehingga nilai tukarnya langsung jatuh. Tak hanya itu, mata uang dolar Australia yang biasa berkorelasi kuat dengan yuan pun ikut terpuruk.

“Yuan baru saja mencetak kuartal terbaiknya dalam 12 tahun (terakhir). Ketika pergerakan serupa terjadi pada September 2017, (mata uang) ini melemah sekitar 2.5 persen selama tiga minggu berikutnya,” ujar David Plank, kepala ekonom Australia di ANZ Bank.

Baca Juga:   Saham MTDL KAMIS 29/03/2018 ( Berita Saham )

Terlepas dari itu, para analis masih memegang teguh rekomendasi untuk jual Greenback. Apabila rekomendasi itu diikuti oleh mayoritas pelaku pasar, yuan dan dolar australia akan segera melanjutkan reli kembali.

“Dua peristiwa kemungkinan akan membentuk kinerja pasar forex menjelang akhir tahun: pemilu AS dan output dari uji fase ketiga untuk vaksin virus Corona terdepan. Meskipun ada ketidakpastian seputar keduanya, risikonya condong pada pelemahan USD. Kami menilai peluang relatif kecil bagi hasil yang positif bagi dolar -sebuah kemenangan untuk Trump dikombinasikan dengan penundaan vaksin yang cukup signifikan (sehingga mendorong kenaikan permintaan terhadap USD sebagai safe haven -red),” kata Zach Pandl dari Goldman Sachs.

Dalam pekan ini, pelaku pasar juga akan memantau beberapa peristiwa dari dalam negeri Kanguru. Antara lain pidato Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Philip Lowe pada hari Rabu, serta rilis data ketenagakerjaan pada hari Kamis.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply