Dolar Australia Keluar Dari Rentang Tertinggi Multi-Tahun

Pasangan mata uang AUD/USD sempat menyentuh rekor tertinggi sejak April 2019 pada level 0.7275, dalam perdagangan awal pekan ini. Namun, posisi Aussie kini telah merosot sampai 0.7157 terhadap Greenback. Analis dari Rabobank memeringatkan adanya beberapa faktor krusial yang berpotensi untuk terus menekan Aussie dalam beberapa bulan ke depan.

Dolar Australia Keluar Dari Rentang Tertinggi Multi-Tahun

Analis dari Rabobank mengungkapkan dolar Australia menghadapi ancaman dari pandemi COVID-19, ketegangan diplomatik Australia-China, serta kebijakan bank sentral Australia (RBA). RBA dikhawatirkan bakal merasa kian gelisah menyaksikan apresiasi nilai tukar mata uangnya, sehingga akan mengambil tindakan untuk melemahkannya melalui jawboning maupun modifikasi kebijakan dalam bentuk lain.

“Fakta bahwa RBA kemungkinan dianggap sebagai bank sentral paling kurang dovish di kalangan G10 adalah suatu faktor yang melatarbelakangi posisi solid AUD,” kata Jane Foley, seorang pakar mata uang dari Rabobank, “Penolakan RBA untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga ke bawah level 0.25 persen khususnya, sangat kontras dengan RBNZ yang sedang membicarakan suku bunga negatif.”

Apabila RBA sudah mulai merasa tidak nyaman dengan nilai tukar kuat yang menggerogoti daya saing produk Australia di pasar internasional, Foley menilai ada kemungkinan mereka bakal menyinggungnya dalam rapat kebijakan resmi. Ketika hal itu terjadi, kurs AUD berpotensi goyah.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 02/11/2018 - LABA RISTIA BINTANG HINGGA SEPTEMBER TURUN JADI Rp2,88 MILIAR

Ada pula risiko dari China, destinasi ekspor utama negeri Kanguru, lantaran langkah Canberra berkongkalikong dengan Washington untuk menyalahkan Beijing terkait pandemi COVID-19. China telah mengidentifikasi produk agri asal Australia sebagai “amunisi” dalam sengketa diplomatik ini. Pada paruh pertama tahun ini, China telah memasang tarif impor pada produk barley Australia dan melarang impor sejumlah daging dengan alasan teknis. Pekan ini, Beijing menuduh Australia melakukan dumping wine murah di pasar China.

“Pemilihan waktu untuk pengumuman itu merupakan suatu sumber kekhawatiran,” kata Foley, “Meskipun kekuatan harga bijih besi telah menggembirakan sejumlah eksportir Australia, sektor agri gelisah karena mereka bisa jadi target yang lebih mudah dikarenakan ada spekulasi bahwa ekspor barang tambang kemungkinan terlindungi berkat nilai pentingnya bagi industri baja domestik China.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.