analisaforex

Dolar Australia Berusaha Lanjut Reli, Dihalangi Faktor Fundamental

Afiliasi IB XM Broker

Dolar Australia menguat sekitar 0.15 persen ke kisaran 0.6831 terhadap Dolar AS hari ini (28/10). Akan tetapi, ada sejumlah risiko fundamental dari internal dan eksternal Australia yang mengancam upaya reli Aussie selanjutnya. Perhatian investor dan trader khususnya berfokus pada jadwal rapat bank sentral AS (Federal Reserve) yang kemungkinan bakal mengguncang pasar dalam beberapa hari ke depan.

Dolar Australia Berusaha Lanjut Reli Dihalangi Faktor Fundamental

Minat risiko pasar hari ini menguat, karena investor dan trader merespons positif kemajuan dalam perundingan dagang AS dan China. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa para negosiator berhasil menyelesaikan kesepakatan fase-1 lebih awal. Kementrian Perdagangan China juga mengonfirmasi bahwa negosiasi telah mencapai kemajuan signifikan. Berita-berita ini semakin menumbuhkan spekulasi bahwa perjanjian dagang resmi bisa ditandatangani dalam waktu dekat.

Perdamaian AS-China merupakan kabar baik bagi Dolar Australia yang sangan sensitif terhadap beragam berita mengenai kondisi perekonomian negeri Panda. China adalah destinasi ekspor komoditi utama Australia.

Selain itu, posisi AUD/USD juga didongkrak oleh spekulasi mengenai kebijakan Federal Reserve dalam rapat FOMC pekan ini. Fed diekspektasikan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin, meskipun kemungkinan menambahkan komentar bernada hawkish dalam waktu bersamaan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 15 - 19 September 2014

John Hardy, pimpinan pakar strategi forex di Saxo Bank, mengatakan, “Latar belakang lain yang mendukung minat risiko adalah posisi pelonggaran moneter Fed, bahkan saat pasar ekuitas AS melaju dekat rekor tertinggi sepanjang masa, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bagaimana Fed menjelaskan mengapa mereka melakukan kebijakan mereka, akan menjadi fokus perhatian dalam rapat hari Rabu, tetapi Fed secara umum telah kehilangan kendali kebijakan, dan pasar mengira ini merupakan sesuatu yang bagus.”

“Kami kira ada risiko FOMC mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga tetap dalam rapat (berikutnya pada tanggal) 11 Desember, sehingga (dapat mengakibatkan) yield obligasi AS dan USD menguat,” kata Kim Mundy, seorang pakar strategi di Commonwealth Bank of Australia (CBA), “AUD menghadapi risiko penurunan lebih lanjut pekan ini karena reaksi USD pasca-FOMC dan data inflasi Australia kuartal III… Kelemahan apapun yang tak terduga dalam CPI bisa meningkatkan perhitungan pemangkasan suku bunga dan menekan AUD ke level lebih rendah.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply