analisaforex

Dolar Australia Ambles Gegara Pernyataan Dovish Bank Sentral

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD ambles sekitar 1 persen dalam perdagangan kemarin. Posisinya masih terkubur dekat kisaran terendah dua pekan pada level 0.7080-an saat berita ditulis pada awal sesi Eropa (16/10). Situasi terjadi lantaran pernyataan dovish bank sentral yang dilontarkan saat Aussie masih terbebani oleh memburuknya relasi China-Australia. Tapi ruang penurunan lanjutan tampaknya cukup terbatas.

Dolar Australia Ambles Gegara Pernyataan Dovish Bank Sentral

Pada awal pekan, dolar Australia sempat terpukul parah oleh kabar bahwa China tengah memblokir pengiriman batu bara asal negeri Kanguru. Belum lagi masalah itu terselesaikan, Gubernur RBA Philip Lowe mengungkapkan sinyal pemangkasan suku bunga dan ekspansi quantitative easing yang berdampak negatif bagi Aussie.

Lowe mengatakan pada wartawan bahwa “cukup beralasan untuk mengharapkan pelonggaran moneter lebih lanjut” sekarang, karena perekonomian sudah nyaris sepenuhnya dibuka kembali setelah lockdown. Lebih lanjut, ia mengisyaratkan bank sentral sedang mempertimbangkan pemangkasan suku bunga hingga 0.1 persen dan membeli lebih banyak obligasi dengan maturitas lebih lama.

“Aussie adalah pecundang utama diantara (mata uang-mata uang) G10, terjadi akibat minat jual yang kuat setelah Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bisa meluncurkan lebih banyak stimulus dengan pilihan termasuk pembelian obligasi dan pemangkasan suku bunga kecil,” ujar Charalambos Pissouros, seorang analis pasar senior di JFD Group.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 10/12/2019 - PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT idBBB WIKA REALTY DAN MTN

“Sang Gubernur mengeluh bahwa yield obligasi 10-tahunan Australia masih terlalu tinggi. Hal ini membuat pasar bertaruh RBA akan mengambil langkah lebih besar pada rapat tanggal 3 November, yang mencakup pemangkasan suku bunga dan sekarang lebih mungkin juga ada program QE yang lebih layak dan mencakup pembelian obligasi untuk menekan yield obligasi Australia pada beragam maturitas,” kata John J Hardy dari Saxo Bank.

Terlepas dari bias dovish bank sentral yang semakin menekan Aussie, sejumlah analis menilai pasar kini sudah memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga. Sehingga dolar Australia bisa jadi tidak lanjut bearish saat pengumuman resminya disampaikan bulan depan, kecuali bila pengumuman RBA lebih dovish dibanding ekspektasi pasar. Apalagi pasar akan memantau hasil pemilu presiden AS yang akan digelar pada 3 November juga, dan bisa jadi berdampak lebih besar dibanding perubahan kebijakan RBA.

“Ruang bagi penurunan AUD tampaknya terbatas, karena pasar kebanyakan sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga November (selaras dengan pemikiran kami saat ini) dan sentimen risiko umum masih tetap mendukung (dolar Australia),” kata Nikolaos Sgouropoulos, seorang pakar strategi forex di Barclays.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply