Dolar Aussie Jatuh Akibat Sinyal Netral Bank Sentral

Dolar Australia menjadi mata uang mayor berkinerja paling jelek dalam perdagangan hari Selasa (5/12/2023), karena pelaku pasar kecewa terhadap pernyataan bank sentral Australia (RBA). AUD/USD jatuh kurang lebih 1 persen sampai level terendah pada 0.6547, sebelum merangkak naik ke 0.6560-an saat memasuki sesi New York.

Dolar Aussie Jatuh Akibat Sinyal Netral Bank Sentral

RBA tidak mengubah suku bunganya dalam pengumuman hasil rapat kebijakan reguler tadi pagi. Mereka mengungkapkan pula komitmen untuk mempertahankan suku bunga tetap pada tingkat 4.35 persen sampai beberapa bulan ke depan.

Bias pernyataan secara keseluruhan cenderung netral, tetapi pelaku pasar menganggapnya sebagai bukti bahwa RBA tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dalam siklus kali ini. Pasalnya, RBA tampaknya tak lagi mengkhawatirkan risiko lonjakan inflasi.

TD Securities mencatat bahwa laporan kebijakan RBA bulan lalu berfokus pada risiko inflasi akan membutuhkan waktu terlalu lama untuk mencapai target bank sentral. Sementara itu, laporan RBA tadi pagi menilai “ekspektasi inflasi tetap konsisten dengan target inflasi” dan “pertumbuhan gaji diperkirakan tidak akan naik lebih lanjut dan akan tetap konsisten dengan target inflasi”.

Baca Juga:   Dolar Menginjak Support Baru Pada Rekor Terendah 7 Bulan

TD Securities berkomentar, “Pernyataan RBA terdengar netral seperti yang kami perkirakan sebelumnya, tetapi kurangnya urgensi (RBA) akan mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan sikap hawkish.”

“RBA masih menghadapi masalah, inflasi jasa masih menjadi risiko namun sebenarnya tidak ada catatan baru dalam Pernyataan hari ini yang dapat menekankan pesan (risiko inflasi) ini,” kata TD Securities, “Pasar telah dengan jelas membaca kurangnya sinyal baru sebagai petunjuk telah berakhirnya siklus kenaikan RBA.”

Sejumlah trader sebelumnya sempat berharap RBA akan sama hawkish-nya dengan RBNZ pekan lalu. Kandasnya harapan tersebut kemudian memicu aksi jual atas Aussie. Pelaku pasar kini juga mulai mempertimbangkan ulang prospek waktu dan skala pemangkasan suku bunga RBA tahun depan.

Data terkini menunjukkan spekulasi pemangkasan suku bunga RBA hanya sebesar 50 basis poin selama 2024-2025 mendatang. Padahal, total spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sudah mencapai 200 poin untuk kurun waktu yang sama. Ini berarti Aussie rentan merosot lebih lanjut apabila para spekulan meningkatkan proyeksi skala pemangkasan RBA.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.