Dolar AS Tunda Reli Menjelang Thanksgiving

Indeks dolar AS (DXY) terkoreksi tipis ke kisaran 96.70-an pada awal sesi New York hari Kamis ini (25/11/2021), setelah kemarin sempat mencapai rekor tertinggi baru tahun ini pada level 96.93. Greenback masih tertopang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat, tetapi aksi trader mulai mereda sehubungan dengan libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

Dolar AS Tunda Reli Menjelang Thanksgiving

Notulen rapat Komite Kebijakan Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis tadi malam mengungkap rincian yang bernada lebih hawkish. Beberapa peserta rapat merekomendasikan untuk mengurangi laju pembelian aset sebesar lebih dari USD15 miliar per bulan, agar komite berada pada posisi yang lebih baik untuk menyesuaikan rentang suku bunga setelahnya, khususnya dengan mempertimbangkan tekanan inflasi saat ini.

Para peserta rapat FOMC sepakat bahwa tapering yang mungkin tuntas pada pertengahan tahun 2022, tidak akan secara otomatis berlanjut dengan kenaikan suku bunga. Namun, potensi akselerasi tapering tetap memicu euforia di kalangan pelaku pasar.

Pelaku pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed untuk pertama kalinya pasca-pandemi bakal terjadi pada Juni 2022. Sedangkan kenaikan suku bunga kedua mungkin terjadi pada November. Ekspektasi ini menyangga posisi USD.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Tetap Lebih Tinggi Pada Data AS Yang Optimis, Kesengsaraan Yunani

Neil Jones dari Mizuho Securities, mengatakan, “Setelah Thanksgiving pekan depan dan memasuki Desember, saya mengantisipasi kekuatan dolar lebih lanjut, meski dengan laju yang lebih lambat.”

Jones menilai bahwa kurs USD juga bakal terpengaruh oleh permintaan musiman terhadap dolar AS yang biasanya meningkat di akhir tahun. Tapi tak semua analis sependapat. John Bromhead dan Daniel Been dari ANZ mengatakan bahwa seiring dengan penurupan pasar AS dalam rangka Thanksgiving, “satu periode konsolidasi taktikal mungkin akan terjadi”.

Saat berita ditulis, greenback masih unggul terhadap sebagian besar mata uang mayor. Euro menanjak tipis sekitar 0.1 persen ke kisaran 1.1215 versus dolar AS. Single Currency masih terus terbebani oleh gelombang keempat COVID-19 di benua Eropa serta ekspektasi kebijakan ECB yang lebih dovish. GBP/USD masih tertahan pada rekor terendah tahun ini di level 1.3325, sedangkan USD/JPY terus bertengger pada rekor tertinggi sejak Maret 2017 pada kisaran 115.35.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply