Dolar AS Terombang-ambing Oleh Data Inflasi PCE Miring

Indeks dolar AS (DXY) berupaya mendaki dalam perdagangan hari Jumat (31/3/2023). Namun, upayanya terhalang pada kisaran 102.50-an. Laporan Belanja Konsumsi Personal (PCE) menunjukkan berlanjutnya proses perlambatan inflasi, sehingga mendukung ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih rendah.

Dolar AS Terombang-ambing Oleh Data Inflasi PCE Miring

Indeks harga PCE inti –barometer inflasi favorit The Fed– tercatat hanya tumbuh 0.3 persen dalam bulan Februari 2023. Laju inflasi PCE itu lebih lambat dibandingkan estimasi konsensus yang sebesar 0.4 persen. Indeks harga PCE inti untuk bulan Januari juga direvisi turun dari 0.6 persen ke 0.5 persen (Month-over-Month).

Penurunan berkelanjutan itu menyeret indeks harga PCE inti tahunan turun dari 4.7 persen ke 4.6 persen. Padahal, konsensus sebelumnya memperkirakan indeks akan stagnan pada 4.7 persen.

Data lain dari Amerika Serikat yang dirilis malam ini juga mengecewakan. Indeks sentimen konsumen Michigan lengser dari 63.4 ke 62.0, atau terkoreksi lebih dalam daripada estimasi konsensus yang dipatok pada 63.2. Penilaian konsumen tentang kondisi ekonomi saat ini turut memburuk dengan skor ambles dari 70.7 ke 66.3.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 21/03/2022 - SHILA AT SAWANGAN SERAH TERIMA TIGA KLASTER SEKALIGUS

Data-data ini mengisyaratkan bahwa The Fed kemungkinan tak perlu menaikkan suku bunga lagi demi menekan laju inflasi. Di saat yang sama, kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman gelojak ekonomi telah meningkat dan berisiko memengaruhi minat belanja dan aktivitas konsumsi yang memberikan kontribusi terbesar dalam GDP Amerika Serikat.

Situasi inflasi AS ini kontras dengan laporan inflasi Zona Euro yang dirilis pada sesi Eropa. Data inflasi Zona Euro menunjukkan pelemahan dalam parameter utama, tetapi parameter intinya meroket pesat. Dengan data inflasi seperti itu, bank sentral Eropa (ECB) kemungkinan harus menaikkan suku bunga beberapa kali lagi dalam tahun ini.

Saat berita ditulis, EUR/USD menurun sekitar 0.4 persen pada kisaran 1.0860-an. Kendati demikian, penurunannya belum mampu menutup reli bullish yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

“Para pengambil kebijakan di ECB tidak akan terlalu memerhatikan penurunan dalam inflasi utama pada Maret, dan akan lebih khawatir pada (fakta) bahwa inflasi inti mencapai rekor tertinggi baru,” kata Jack Allen-Reynolds, deputi kepala ekonom Zoan Euro di Capital Economics, dalam sebuah catatan yang dilansir oleh CNBC.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.