Dolar AS Pantau Prospek Pergantian Ketua The Fed

Indeks dolar AS kembali menguji ambang 96.00 dalam perdagangan hari Jumat ini (19/11/2021), karena kebijakan lockdown di Austria telah memicu sentimen risk-off global. Namun, posisinya surut kembali ke kisaran 95.80-an saat memasuki sesi New York. Greenback masih cenderung bullish terhadap beragam mata uang, tetapi momentum reli telah memudar dan sebagian pemain pasar mewaspadai prospek pergantian Ketua The Fed.

Dolar AS Pantau Prospek Pergantian Ketua The Fed

Saat Presiden AS Joe Biden baru dilantik, pasar memperkirakan ia akan membiarkan Jerome Powell untuk terus memegang tampuk kepemimpinan The Fed. Namun, menjelang akhir dari 4 tahun masa jabatan Powell, Biden malah mewawancarai sejumlah calon Ketua The Fed lain. Salah satu calon kuat yang disebut-sebut dapat menggantikan Powell adalah Lael Brainard.

Brainard telah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve sejak masa kepemimpinan Janet Yellen, kemudian berlanjut lagi pada masa kepemimpinan Powell. Ia terkenal memiliki pandangan dovish tentang kebijakan moneter, serta diketahui pula merupakan pendonor aktif bagi partai Demokrat.

Brainard memiliki pandangan politik yang lebih kompak dengan Gedung Putih, berbeda dengan Powell yang berasal dari partai Republik. Tapi penunjukan Brainard sebagai Ketua The Fed dapat memicu pelaku pasar untuk mengevaluasi ulang prospek kenaikan suku bunga tahun depan.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 10/02/2020 - DIRKEU PGN : PENURUNAN HARGA SAHAM KARENA PERPRES 40/2016

“Saya kira pasar ingin memasang posisi long USD/JPY karena suku bunga (The Fed) terus bergerak naik, tetapi takut karena Brainard dapat dinominasikan (oleh Biden untuk menjadi Ketua The Fed). Jika Powell dinominasikan, pasar akan membeli USD/JPY,” kata Brent Donnelly, presiden Spectra Markets.

Donnelly menambahkan, “Nominasi Brainard buruk bagi saham. Juallah setiap reli spontan. Brainard, dengan fokus inklusi dan iklimnya, dan kecenderungan dovish-nya, adalah orang yang salah untuk pekerjaan di The Fed ketika seorang petarung inflasi sedang dibutuhkan.”

Gedung Putih kemungkinan akan mengumumkan nominasi kandidat Ketua The Fed finalnya pada akhir pekan ini atau paling lambat sebelum libur perayaan Thanksgiving pekan depan. Pengumuman selanjutnya berpotensi memicu kemerosotan greenback, khususnya pada kurs USD/JPY, meskipun mayoritas analis masih yakin pada potensi bullish dolar AS.

“Kemunduran (USD/JPY) ke zona support 112.23 dipandang sebagai peluang beli, dengan garis tren pada 110.53 berperan sebagai pivot untuk tren naik yang lebih luas,” kata George Davis, kepala pakar strategi teknikal di RBC Capital Markets.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply