analisaforex

Dolar AS Menguat Pesat Berkat Data NFP November 2019

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) melonjak 0.3 persen ke kisaran 97.68 pada awal sesi New York hari ini (6/12), setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat terkini yang jauh lebih baik dibandingkan estimasi awal dan menggugurkan kekhawatiran seputar outlook ekonomi Paman Sam. Greenback menguat pesat terhadap Euro, Yen Jepang, dan beragam mata uang mayor lain. Saat berita ditulis, EUR/USD telah menurun 0.44 persen ke level 1.1055 akibat tekanan jual yang bertambah secara signifikan.

Dolar AS Menguat Pesat Berkat Data NFP November 2019

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa Nonfarm Payroll (NFP) bertambah sebesar 266k pada bulan November 2019. Prestasi ini mengungguli kenaikan 156k yang tercapai pada periode sebelumnya, sekaligus mengalahkan estimasi yang dipatok pada 186k saja. Tingkat pengangguran AS pun jatuh dari 3.6 persen menjadi 3.5 persen secara tak terduga, semakin mendekati kondisi full-employment.

Tak pelak, laporan ketenagakerjaan kali ini direspons hangat oleh pelaku pasar. Bursa saham Wall Street kompak melonjak, sedangkan Dolar AS memulihkan kinerjanya di pasar mata uang. Laporan tersebut disinyalir juga memperbaiki posisi tawar AS dalam perundingan dagang dengan China.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 11/10/2018 - TEROBOSAN SKEMA PEMBIAYAAN, JASA MARGA RESMI LINCURKAN DINFRA

“Ini adalah angka yang fantastis dan ekonomi AS terus (dinilai berdasarkan) tentang pekerjaan,” kata Tony Bedikian dari Citizens Bank, “Tingkat pengangguran berada di level terendah dalam 50 tahun terakhir dan gaji meningkat. Para pemilik bisnis bisa jadi lebih berhati-hati karena ketidakpastian perdagangan dan politik, dan pertumbuhan bisa jadi melambat, tetapi konsumen masih terus berbelanja dan situasinya masih cukup baik.”

Pertumbuhan pekerjaan di AS mencetak rekor terbaik sejak bulan Januari, tersebar di beragam sektor mulain dari layanan kesehatan dan hospitality hingga jasa bisnis dan profesional. Sementara itu, pendapatan rata-rata per jam meningkat sebanyak 3.1 persen dibandingkan setahun yang lalu, meskipun ekonom awalnya memperkirakan kenaikan 3 persen saja.

“Laporan ketenagakerjaan hari ini, lebih daripada laporan lain dalam beberapa bulan belakangan, mengandaskan semua kekhawatiran tentang bahaya resesi di perekonomian AS,” kata Gad Levanon, pimpinan Labor Market Institute di The Conference Board, “Pertumbuhan ketenagakerjaan juga tak menampakkan sinyal perlambatan lebih jauh, meskipun tingkat pengangguran (sudah berada pada) rekor terendah secara historis.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply