Dolar AS Mendaki, Prospek Bunga Masih Meragukan

Indeks dolar AS (DXY) mendaki sekitar 0.6 persen sampai kisaran 103.80-an pada awal perdagangan sesi New York hari Senin (4/12/2023). Greenback sempat melempem seusai pidato Pimpinan Federal Reserve pada akhir pekan lalu, tetapi menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang rilis sejumlah data ekonomi berdampak tinggi pada pekan ini.

Dolar AS Mendaki Prospek Bunga Masih Meragukan

Ketua Jerome Powell pada hari Jumat mengatakan bahwa The Fed siap untuk menaikkan suku bunga lagi apabila dibutuhkan. Namun, ia mengungkapkan pula bahwa suku bunga sudah jauh berada di area restriktif dan sudah mulai memperlambat inflasi AS.

Pernyataan Powell menimbulkan persepsi seolah siklus kenaikan suku bunga The Fed kali ini sudah benar-benar tamat. Akibatnya, spekulasi pemangkasan suku bunga semakin merajalela.

FedWatch CME menampilkan dinamika tersebut secara real-time. Peluang untuk skenario pemangkasan suku bunga pada Maret 2024 mengalami kenaikan dari 43 persen menjadi 64 persen. Sedangkan peluang untuk skenario yang sama pada Mei 2024 naik dari 76 persen menjadi lebih dari 90 persen.

“Saya pikir ini adalah fakta bahwa ekspektasi suku bunga AS sudah terlalu jauh dan akan melemah lebih lanjut pada bulan Desember dibandingkan ekspektasi suku bunga di negara lain,” kata Colin Asher, ekonom senior di Mizuho di London.

Baca Juga:   Saham Asia Turun, Di Jalur Untuk Kenaikan Mingguan

Terlepas dari itu, greenback seolah memperoleh energi tambahan dalam perdagangan hari ini. AUD/USD longsor nyaris 1 persen, EUR/USD jatuh sekitar 0.65 persen, dan GBP/USD ambles 0.80 persen. Sejumlah analis berpendapat kenaikan ini mungkin berhubungan dengan koreksi teknikal dan lemahnya prospek ekonomi di negara-negara lain.

“November adalah… bulan yang sangat buruk bagi dolar AS, sebagian karena ekspektasi akan kebijakan Fed yang lebih longgar,” imbuh Asher, “(Namun) kami melihat ada ruang untuk reversal pada akhir tahun.”

“Penurunan USD yang stabil membutuhkan lebih dari sekadar ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, melainkan juga membutuhkan pertumbuhan yang kuat di luar AS, yang tampaknya tidak terjadi saat ini,” kata Charu Chanana, pakar strategi pasar di Saxo Markets.

Belum ada rilis data berdampak besar hari ini, tetapi sebuah laporan dari Jerman menunjukkan ekspor yang lebih buruk daripada perkiraan. Pelaku pasar akan terus menyoroti rilis data ekonomi dari AS dan negara-negara mayor lain sepanjang pekan ini guna memutuskan arah pergerakan berikutnya di pasar forex, terutama laporan PMI dan Non-farm Payroll AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.