analisaforex

Dolar AS Melemah Meski Inflasi Melampaui Ekspektasi

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi hingga 0.1 persen ke kisaran 97.42 pada awal sesi New York hari Rabu ini (11/12). Data inflasi konsumen dan produsen menampilkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar. Namun, mayoritas trader dan investor tengah menyoroti jadwal rilis kebijakan Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan pada hari Kamis dini hari nanti. Sikap wait-and-see menjadi pilihan favorit pelaku pasar, sehingga volatilitas relatif rendah.

Dolar AS Melemah Meski Inflasi Melampaui Ekspektasi

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa laju Consumen Price Index (CPI) tahunan meningkat dari 1.8 persen menjadi 2.1 persen pada bulan November 2019, melebihi estimasi awal yang dipatok pada 2.0 persen saja. CPI inti tak berubah pada laju 2.3 persen, selaras dengan perkiraan konsensus ekonom.

Kedua barometer inflasi utama di tingkat konsumen ini sama-sama berada di atas target 2 persen yang telah ditentukan oleh Federal Reserve. Akan tetapi, proyeksi inflasi ke depan cenderung stabil, sehingga data ini diperkirakan takkan menggugah Fed untuk mengubah kebijakan dalam waktu dekat.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 11/10/2018 - TEMAS KIRIMKAN TIGA KAPAL YANG ANGKUT BANTUAN KE PALU

“Hanya ada sedikit bukti bahwa tekanan yang mendasari inflasi berisiko meningkat atau menurun secara tidak seimbang dalam waktu dekat. Hal ini memberi banyak fleksibilitas bagi Fed untuk merespons lebih awal masalah berkembangnya ketakutan tentang latar belakang pertumbuhan global dengan memangkas bunga 25 bps dalam tiga pengambilan keputusan terakhir. Bank sentral ini sekarang diperkirakan akan berhenti (mengubah suku bunga),” kata Nathan Janzen, seorang ekonom senior di RBC Capital Markets. Kami mengantisipasi Fed untuk tetap menepi (tak mengubah kebijakan) sepanjang tahun depan.”

Dalam rapat kebijakan hari ini, konsensus ekonom mensinyalir tim Federal Open Market Committee (FOMC) akan membiarkan suku bunga tetap pada level 1.5-1.75 persen. Meski demikian, bunyi pernyataan resmi selengkapnya bakal dipantau juga dalam rangka mengetahui forecast ekonomi Amerika Serikat serta outlook nilai tukar ke depan. Sementara itu, beragam pasangan mata uang mayor cenderung diperdagangkan dalam kisaran sempit dan rentan koreksi.

“EUR/USD diperdagangkan tepat di tengah price action yang terbentuk dalam dua bulan terakhir, dan mencoba menemukan penggerak dalam rapat FOMC dan ECB hari ini dan besok, setelah rekor terendah terakhir pada options jangka pendek dan jangka panjang mengisyaratkan volatilitas (akan muncul). Pembalikan bearish pada USD/JPY tidak mendapatkan dukungan dari yield obligasi yang lebih tinggi dan pasar ekuitas yang kuat -tetapi cukup impresif kita trading di bawah 109.00 walaupun laporan ketenagakerjaan AS kuat pada hari Jumat lalu. JGB bertenor 10-tahun diperdagangkan di atas 0 persen adalah salah satu sebabnya,” kata John Hardy, pakar strategi forex di Saxobank.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply