Dolar AS Lesu Menyongsong Nonfarm Payroll

Indeks Dolar AS (DXY) tertekan pada kisaran 105.10-an pada perdagangan hari Kamis (4/7/2024). Semua mata uang mayor berlomba-lomba mendominasi greenback menjelang rilis data Nonfarm Payroll besok, karena perkiraannya cukup pesimistis.

Dolar AS Lesu Menyongsong Nonfarm Payroll

Nilai tukar Dolar AS terus terbebani oleh rangkaian data-data ekonomi yang buruk pada hari Rabu. Laporan ketenagakerjaan dari ADP dan survei jasa ISM sama-sama meleset dari ekspektasi, sehingga pasar khawatir laporan tenaga kerja AS lainnya juga bakal mengecewakan.

“Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa mungkin pasar tenaga kerja (Amerika Serikat) melemah dan The Fed akan mampu menurunkan suku bunganya di akhir tahun ini,” kata Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank.

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan para ekonom memperkirakan peningkatan Nonfarm Payrolls sebanyak 190.000 saja pada bulan Juni 2024, setelah kenaikan 272.000 pada bulan Mei. Dengan melesetnya berbagai data tenaga kerja AS lain, para trader sekarang mengantisipasi angka aktual yang lebih rendah lagi.

Di saat yang sama, prospek pemangkasan suku bunga The Fed ikut mencuat. Data pasar menunjukkan prospek pemangkasan sebanyak 50 basis poin dalam tahun ini, kemungkinan dimulai pada September mendatang.

Baca Juga:   USD/JPY Tumbang Gegara Aksi Ambil Untung

Berbagai spekulasi tersebut menekan yield US Treasury, sekaligus melumpuhkan Dolar AS terhadap berbagai mata uang mayor lainnya. Apalagi, bursa AS tutup dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan AS.

Para trader dan investor kini sudah mulai menepi untuk bersiap-siap menghadapi gejolak pasar berikutnya. Pasalnya, minimnya likuiditas pada hari libur seperti ini dapat menimbulkan kejutan tak terduga.

Reli USD/JPY belakangan ini juga meningkatkan kewaspadaan pasar. Mengingat pemerintah Jepang sering mengintervensi pasar saat likuiditas menipis demi memperkuat nilai tukar yen, segelintir trader memilih untuk ambil untung saja dan mengakibatkan USD/JPY terkoreksi tipis dari kisaran 161.90-an kemarin menjadi 161.10-an hari ini.

GBP/USD dan EUR/USD mempertahankan posisi tertinggi sepuluh hari yang telah diraih kemarin. Namun, pelaku pasar masih terus mempertimbangkan risiko rilis Nonfarm Payroll AS besok bagi USD dibandingkan dengan risiko politik terkait Pemilu Inggris dan Pemilu Prancis pekan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.