analisaforex

Dolar AS Jatuh Lagi Pasca Pengumuman Vaksin Moderna

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) jatuh ke sekitar 0.25 persen ke kisaran 92.72 dalam perdagangan awal pekan ini (16/11), menyusul sebuah pengumuman terkait vaksin virus Corona dari perusahaan bioteknologi Moderna. Sentimen risk-on global meningkat, sehingga daya tarik aset-aset safe haven seperti Greenback pun kian berkurang, sementara saham dan aset-aset high risk lain makin naik pamor.

Dolar AS Jatuh Lagi Pasca Pengumuman Vaksin Moderna

Moderna Inc mengumumkan bahwa eksperimen vaksinnya menunjukkan hasil 94.5 persen efektif mencegah infeksi virus Corona (COVID-19) berdasarkan data interim dari uji tahap akhir. Hasil ini lebih progresif dibanding pengumuman Pfizer pekan lalu yang menyatakan hasil riset vaksinnya lebih dari 90 persen efektif. Investor dan trader kian yakin terhadap prospek pemulihan ekonomi dari resesi akibat pandemi yang sedang berlangsung.

Masih ada sejumlah ketidakpastian terkait produksi dan distribusi vaksin COVID-19 kelak, tetapi pasar sudah mulai memperhitungkan akselerasi pemulihan ekonomi dalam waktu dekat. Indeks-indeks utama Wall Street langsung reli setelah pembukaan sesi New York.

“Moderna mengumumkan bahwa vaksinnya (yang seperti vaksin Pfizer, juga mengandalkan mRNA) memiliki masa simpan yang lebih lama dalam suhu pendingin (sehingga lebih stabil). Juga dilaporkan bahwa efektivitasnya 94.5 persen. Hal itu mendorong minat risiko sedikit di sini dan mendorong USD melemah,” kata Bipan Rai dari CIBC Capital Markets.

Baca Juga:   EUR / USD Melemah Pada Isyarat Yellen, Padat Indikator AS

“Ini bukan akhir dari isu virus, tetapi ini sinyal pertama dari akhir cerita yang selalu dianggap sebagai sinyal positif,” kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif di Charles Schwab, “Kita tidak akan mendapatkan (informasi) dampak sebenarnya dari ini hingga vaksin diproduksi dan didistribusikan secara luas, yang kemungkinan belum akan terjadi hingga kuartal pertama tahun depan.”

Selain kabar vaksin Moderna, para analis pasar juga menilai sentimen global terdongkrak oleh penandatanganan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Kesepakatan yang digawangi oleh China tersebut diteken secara resmi oleh 15 negara Asia-Pasifik yang terdiri atas negara-negara ASEAN, Korea Selatan, China, Jepang, Australia dan New Zealand. Kesepakatan ini memberikan harapan untuk pemulihan perdagangan dunia yang sempat terpukul oleh konflik AS-China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply