Dolar AS Gamang Menjelang Pidato Powell

Indeks dolar AS (DXY) mempertahankan posisi di atas ambang 103.00 pada perdagangan sesi New York hari Jumat (1/12/2023), sementara pasar cenderung wait-and-see menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas bisnis manufaktur AS terus melemah tanpa adanya tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat.

Dolar AS Gamang Menjelang Pidato Powell

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Puchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur AS tetap berada pada 46.7 pada November 2023. Angka tersebut lebih buruk daripada estimasi konsensus yang sebesar 47.6, tetapi sama dengan bulan Oktober.

Ini merupakan bulan ketiga beruntun angka PMI Manufaktur ISM berada di bawah ambang 50.0, sehingga menandakan kontraksi berkelanjutan. Akibatnya, spekulasi pasar semakin santer mengenai prospek pemangkasan suku bunga The Fed.

Data CME menunjukkan kenaikan peluang pemangkasan suku bunga The Fed mulai Maret 2024 dari 43 persen kemarin menjadi 56 persen saat ini. Sedangkan peluang untuk pemangkasan pada Mei 2024 meningkat dari 76 persen menjadi 84 persen.

Posisi nilai tukar dolar AS saat ini masih tersokong oleh estimasi suku bunga yang lebih dovish pada beberapa kawasan lain, khususnya Zona Euro. Data inflasi Zona Euro kemarin menunjukkan kemerosotan yang sangat tajam, sehingga ECB berpotensi menjadi bank sentral utama yang pertama kali memangkas bunga pada tahun depan. EUR/USD saat ini terpuruk pada kisaran 1.0870-an, dekat level terendah dua pekannya.

Baca Juga:   Saham LPCK SELASA 17/04/2018 ( Berita Saham )

Pelaku pasar menyoroti pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang akan disampaikan dalam beberapa jam ke depan. Ini merupakan peluang terakhir bagi petinggi The Fed untuk memberikan kisi-kisi, karena pekan depan sudah memasuki masa “blackout” di mana mereka tidak diperkenankan menyampaikan pandangan secara publik menjelang rapat FOMC berikutnya. Pernyataan apa pun yang disampaikannya dapat berdampak besar terhadap pergerakan FX pekan depan.

“Itu akan menjadi kesempatan terakhir (bagi) The Fed untuk meluruskan (spekulasi pasar) mengenai rapat (FOMC mendatang) sebelum periode blackout,” kata Erik Bregar, direktur manajemen risiko logam mulia & FX di Silver Gold Bull di Toronto, sebagaimana dilansir oleh Reuters, “Jadi saya pikir Anda hanya melihat penurunan dolar pasca-CPI (indeks harga konsumen).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.