analisaforex

Dolar AS Bangkit Terdongkrak Yield Obligasi, Euro Rontok

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD melemah lebih dari 0.5 persen ke kisaran 1.2150-an dalam perdagangan awal pekan ini (11/1). Penguatan USD terutama terdukung oleh kenaikan yield obligasi US Treasury bertenor 10-tahunan hingga 20 basis poin sejak kemenangan partai Demokrat dalam pemilu Senat AS. Di sisi lain, pelaku pasar justru kecewa terhadap program vaksinasi di benua Eropa yang dinilai lamban.

Dolar Bangkit Terdongkrak Yield Obligasi

Jane Foley, pakar strategi forex senior dari Rabobank, menilai kebangkitan dolar AS dan mengecewakannya vaksinasi Uni Eropa berpotensi mendorong EUR/USD mundur pada kuartal pertama tahun 2021. Katanya, “Arus berita terkait kemungkinan ekspansi fiskal, pertumbuhan, dan suku bunga AS telah mengusung ketidakpastian memadai untuk memicu sejumlah aksi ambil untung pada pasangan mata uang ini.”

Sebagaimana diketahui, Presiden AS terpilih Joe Biden dan sayap legislatif AS yang dikuasai oleh partai Demokrat telah menyatakan niat untuk menggelontorkan stimulus fiskal tambahan hingga triliunan dolar. Hal ini mendorong ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, meskipun juga bakal meningkatkan beban defisit anggaran negara. Alhasil yield obligasi US Treasury, sekaligus mendongkrak kurs dolar AS.

Baca Juga:   Dolar Melemah Di Awal Sesi Asia Meskipun Kemungkinan Besar Yellen Menyarankan Kenaikan Suku Bunga

“Kami memang melihat ruang untuk koreksi EUR/USD dalam kuartal saat ini karena investor memperhitungkan implikasi pemerintahan yang baru dan sejumlah posisi short USD dan long EUR tahun lalu diguncang,” imbuh Foley, “Berita bahwa UE telah sangat lambar menyalurkan program vaksin mengguncang bullish EUR. Ini bisa semakin mempengaruhi prospek pemulihan zona Euro di saat di mana beberapa negara termasuk Jerman telah mengumumkan pembatasan baru untuk membendung penyebaran COVID-19.”

Kekhawatiran terhadap program vaksinasi Uni Eropa merebak setelah muncul laporan tentang rintangan birokrasi di Prancis. Hingga hari Jumat lalu, vaksin baru mencapai kurang dari 100 ribu warga Prancis. Jerman telah menyiapkan 300 ribu dosis vaksin per hari, tetapi pusat-pusat vaksinasi masih kosong karena lockdown.

“Dikarenakan penundaan dalam pemesanan vaksin BioNTech, tidak memungkinkan untuk mencapai imunitas cukup terhadap virus Corona dalam populasi UE hingga musim semi,” kata Dr Jörg Krämer dari Commerzbank, “(Sedangkan) perusahaan farmasi lain tidak diperkirakan dapat menutup kekurangan vaksin itu hingga musim gugur. Hal ini memperpanjang ketidakpastian ekonomi.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply