analisaforex

Dolar Ambles, Pound Jadi Jawara Forex Awal Pekan

Afiliasi IB XM Broker

Dolar AS melemah terhadap beragam mata uang mayor lain dalam perdagangan awal pekan ini (19/04/2021). Indeks dolar AS tenggelam ke rekor terendah sebulan pada level 91.12. Di sisi lain, pasangan mata uang GBP/USD justru meroket nyaris 1 persen mendekati ambang 1.4000 lagi. Pound juga unggul terhadap beragam mata uang lain, kecuali Krona Norwegia.

Pound Jadi Jawara Forex Awal Pekan

Dolar AS mengalami tekanan berat dalam perdagangan awal pekan lantaran kemerosotan yield obligasi US Treasury serta naik pamornya bursa saham di berbagai kawasan. Pelaku pasar yang kecewa terhadap komitmen dovish Federal Reserve pun memilih untuk membeli mata uang-mata uang high risk yang masih memberikan bunga lebih tinggi daripada AS, misalnya Pound.

“GBP/USD hanya sedikit di bawah 1 persen hari ini, dalam jalur menuju hari terbaiknya sejak 12 Januari, dan merupakan kenaikan (hari) keenam beruntun, yang akan menjadikannya reli terbaik sejak Juli tahun lalu,” kata Michael Brown, Analis Pasar Senior di CaxtonFX.

“Sterling melonjak ke rekor tertinggi satu bulan terhadap dolar AS yang sedang melemah. Sementara itu, bullish pound tengah menantikan angka-angka (data ekonomi) Inggris Raya pekan ini yang akan memberikan tanda-tanda bahwa perekonomian pulih setelah tahun terburuknya dalam seabad (tahun 2020 -red),” ungkap Joe Manimbo, Analis Pasar Senior dari Western Union.

Baca Juga:   Pound Menyentuh Tertinggi Hari Ini Setelah Data UK

Sejumlah data ekonomi Inggris yang akan rilis dalam beberapa hari mendatang antara lain laporan inflasi dan hasil survei PMI. Hasil survei PMI diharapkan menunjukkan pemulihan ekonomi lebih lanjut sehubungan dengan pelonggaran pembatasan sosial yang digalakkan pemerintah Inggris bulan ini.

Outlook ekonomi Inggris juga terdukung oleh program vaksinasinya yang sudah sukses menghadirkan imunitas terhadap COVID-19 bagi 60 persen populasi dewasa. Apabila Inggris terus melanjutkan pelonggaran pembatasan sosial dan memperluas vaksinasi, para investor yang percaya pada masa depan ekonominya kemungkinan akan kembali berbondong-bondong memperkuat GBP.

“Secara luas, secara siklikal, lingkungan yang risk-on seharusnya mendukung GBP dan mata uang-mata uang berbeta tinggi lainnya. Apa yang akan mendorong GBP unggul adalah apakah Inggris mampu terus menarik arus investasi masuk, yang mana telah menjadi penanda apresiasi (GBP) belakangan ini,” kata Kamal Sharma, seorang pakar strategi FX G10 di Bank of America.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply