Apa itu Dinar atau Dirham, Bisakah jadi pilihan Investasi yang Menguntungkan ?

Jika berbicara tentang investasi logam mulia, maka sebagian besar orang Indonesia akan mengacu kepada emas, baik itu perhiasan atau emas batangan. Tahukah anda bahwa sebenarnya masih ada instrumen investasi berbentuk logam mulia lainnya? Jawabannya adalah dinar atau dirham. Lalu, apa itu dinar atau dirham? Apakah dua logam berharga ini dapat menjadi instrumen investasi yang menguntungkan?

Apa itu Dinar atau Dirham?

investasi koin dinar dan dirham

Dinar atau dirham menjadi instrumen alternatif yang mulai dilirik banyak investor di Indonesia. Dinar dan dirham berbeda dalam hal materialnya. Dinar adalah kepingan logam emas yang biasa digunakan sebagai alat tukar dalam sistem perdagangan syariah. Satu keping dinar beratnya 1 mithqal, atau setara dengan 1/7 troy ounce. Di Indonesia, koin emas ini setara dengan emas 22 karat, dengan berat 4.25 gram.

Sementara itu, dirham adalah kepingan perak yang juga digunakan dalam transaksi berbasis syariah. Berat 1 mithqal perak setara dengan 1/10 troy ounce. Nilai ini setara dengan berat 2.975 gram perak.

Kedua logam berharga ini telah menjadi alat perdagangan resmi selama berabad-abad lamanya di negara-negara Arab dan Timur Tengah. Konon, dinar dan dirham telah ada sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab. Nilai keduanya paling stabil, sehingga menjadi salah satu instrumen andalan. Selain menjadi ivestasi, keduanya bisa digunakan untuk membayar zakat atau bahkan untuk mahar pernikahan.

Lalu, apakah anda bisa menemukan dinar atau dirham di Indonesia? Jawabannya adalah YA. Ternyata, kepingan emas atau perak ini juga diproduksi oleh PT. Aneka Tambang (Antam). Jika selama ini anda hanya mengenal emas batangan Antam, ternyata ada juga kepingan dinar dan dirham dari Antam.

Apakah Investasi Dinar atau Dirham Menguntungkan?

Dinar atau dirham cocok untuk investasi jangka panjang. Anda bisa menjualnya dalam 5 atau 10 tahun ke depan dengan harga yang tentunya sudah lebih tinggi. Namun, kalaupun ingin dijual dalam jangka pendek, dinar atau dirham sangat likuid. Proses penjualannya tidak sulit, karena berupa kepingan logam mulia. Beberapa keunggulan dinar atau dirham lainnya adalah:

  • Investasi aman
Baca Juga:   5 Fakta Emas Kenapa Jadi Pilihan Investasi yang Menguntungkan

Dinar atau dirham memang belum sepopuler emas perhiasan atau emas batangan di Indonesia. Namun ini juga menjadi keunggulan tersendiri. Dinar atau dirham diproduk oleh PT. Antam, sehingga prosesnya terstandar, mulai dari pengolahan hingga pencetakan. Hasilnya, dinar atau dirham tidak mudah dipalsukan, apalagi keduanya terbuat dari logam mulia yang tidak mudah rusak.

  • Tersertifikasi dan Terstandar

Hal ini berkaitan dengan proses produksi dinar atau dirham. PT. Antam telah mendapatkan serifikasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) maupun London Bullion Market Association (LBMA). Sementara itu, standarisasi dinar dan dirham dikeluarkan oleh World Islamic Trade Organization (WITO), yakni organisasi perdagangan dunia berbasis syariah.

  • Alat Tukar Global

Meski di Indonesia dinar atau dirham belum digunakan sebagai alat tukar secara luas, ternyata koin logam mulia ini diterima secara global. Jadi, anda tidak perlu ragu untuk menyimpannya dan menggunakannya sebagai alat tukar kelak. Hal ini juga membuatnya sangat likuid, atau mudah diperjual-belikan.

  • Lebih Aman dari Inflasi

Layaknya investasi emas batangan, investasi dinar atau dirham tentunya menguntungkan dan aman. Nilai logam mulia cenderung lebih stabil dan tahan terhadap goncangan dalam perekonomian, seperti inflasi. Nilai emas dan logam mulia lainnya cenderung naik dan tahun ke tahun. Bahkan, saat perekonomian global dikacaukan oleh inflasi, logam mulia berbahan emas atau perak dapat membantuk menstabilkan perekonomian. Nilainya tidak akan menyusut meski perekonomia n negara sedang tergoncang.

Baca Juga:   Resiko Investasi Online Peer to Peer (P2P) Lending dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Pilihan Investasi Saat Inflasi Tinggi

  • Bebas Riba

Jika anda mendambakan investasi yang bebas riba, maka dinar atau dirham adalah salah satu pilihannya. Investasi ini tidak dikenai bunga yang menjadi sumber kekhawatiran banyak orang. Keuntungan yang anda dapatkan dari investasi dinar atau dirham murni berasal dari kenaikan harga dari waktu ke waktu. Nilainya ditentukan oleh perkembangan supply dan demand dalam perekonomian internasional.

  • Nilai Jual Tinggi

Sifatnya yang tahan terhadap goncangan ekonomi membuat dinar dan dirham memiliki harga yang stabil. Anda tidak perlu khawatir kalau tiba-tiba saja nilai uang logam ‘terjun bebas.’ Sekalipun harga jual keping emas atau perak ini akan dipotong biaya administrasi, anda tetap tidak akan mengalami kerugian.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Investasi Dinar atau Dirham

Meski menguntungkan, investasi dinar dan dirham juga memiliki beberapa keterbatasan. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat berinvestasi pada dinar atau dirham, antara lain:

  • Akses Terbatas

Berbeda dengan emas batangan antam yang sudah tersedia secara luas, dinar atau dirham hanya tersedia di beberapa tempat saja, seperti gerai Antam atau bank-bank tertentu. Artinya, tidak semua orang bisa menjadikannya sebagai instrumen investasi.

Meski cukup likuid, dinar atau dirham umumnya diperjual-belikan pada sesama anggota komunitas yang memilikinya. Jika dijual kepada toko emas biasa, mereka akan tetap mengenakan fee penjualan dari harga jual pasaran. Fee penjualan ini bervariasi, mulai dari 3% hingga 5%.

  • Dikategorikan sebagai Perhiasan

Ternyata, Pemerintah Republik Indonesia mengklasifikasikan dinar atau dirham sebagai perhiasan, bukan sebagai kepingan emas atau logam untuk investasi. Hal ini ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri keuangan Nomor 83/KMK.03/2002. Karena termasuk perhiasan, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui terkait investasi dinar atau dirham:

  • Layaknya perhiasan, dinar atau dirham dikenai pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 10%. Inilah yang membedakannya dari investasi emas batangan, yang tidak dikenakan PPn.
  • Biaya produksi atau ongkos cetak dibebankan kepada anda saat pembelian, namun saat penjualan, ongkos cetak ini tidak dihitung. Nilai jual hanya ditentukan berdasarkan bahan baku atau kemurniannya. Bahkan, jika dijual pada toko emas, anda bisa saja dikenakan fee penjualan.
Baca Juga:   3 Pilihan Investasi Jangka Panjang Agar Masa Tua Tidak Miskin

Meski demikian, dinar atau dirham memiliki kelebihan dibanding emas perhiasan lainnya. Bentuknya tidak dipengaruhi oleh trend fashion atau selera pasar. Nilai emas perhiasan bisa saja berkurang jika modelnya sudah ketinggalan zaman. Sedangkan dinar atau dirham tidak mengalami hal semacam ini.

Investasi Dinar atau Dirham: Untuk Siapa?

Hadirnya dinar atau dirham dalam dunia investasi di Indonesia tidak hanya mengingatkan kita pada sistem perdagangan di zaman pada khilafah. Banyak orang yang lebih mengutamakan sistem syariah dalam berinevstasi. Logam mulia adalah pilihannya. Selain aman, keduanya cukup menguntungkan, karena nilainya tidak mudah tergerus dan relatif tahan terhadap goncangan perekonomian secara makro.

Meski demikian, mungkin tidak semua orang menganggapnya sebagai pilihan utama. Meski telah ada selama berabad-abad di negara-negara Islam, investasi ini masih relatif baru di Indonesia. Selain itu, jika anda ingin berinvestasi dalam jangka pendek, misalnya, dalam beberapa minggu atau beberapa bulan saja, dinar atau dirham mungkin bukan merupakan pilihan yang tepat.

Lalu, apakah dinar atau dirham dapat menjadi pilihan investasi yang menguntungkan? Tentu saja bisa, asalkan anda menyimpannya sebagai investasi jangka panjang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.