Data Upah Inggris Tepar, Reli GBP/USD Ambyar

Kurs GBP/USD ambles ke bawah ambang 1.2800 pada perdagangan hari Selasa (12/3/2024). Pasalnya, rilis data tenaga kerja Inggris dan laporan inflasi konsumen AS menjadi katalis negatif bagi Pound Sterling. Sebagian pelaku pasar melancarkan aksi jual atas Sterling, meskipun sejumlah pakar masih cenderung wait-and-see.

Data Upah Inggris Tepar GBPUSD Ambyar

UK Office for National Statistics (ONS) mengatakan bahwa data pendapatan rata-rata plus bonus hanya meningkat 5.6 persen pada bulan Januari 2024. Angkanya lebih lemah dari perkiraan yang sebesar 5.7 persen, sekaligus mundur dibandingkan pertumbuhan 5.8 persen pada bulan Desember.

Data pendapatan rata-rata tanpa bonus juga melemah. Sementara itu, tingkat pengangguran Inggris malah meningkat dari 3.8 persen menjadi 3.9 persen dalam kurun waktu yang sama.

Angka-angka tersebut menumbuhkan kembali spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) mulai bulan Juni. Meski mayoritas masih memprediksi awal penurunan suku bunga pada Agustus, ada peningkatan ekspektasi untuk penurunan mulai Juni. Pada gilirannya, hal ini menjegal reli Pound Sterling.

“GBP telah menjadi mata uang G10 dengan kinerja terbaik sejauh ini pada kuartal ini, tetapi ketahanan sterling akan diuji dengan banyaknya berita baik yang sudah diperhitungkan dan tekanan upah mulai mencapai puncaknya,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Valas di Bank Saxo.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 03/02/2021 - PEMERINTAH PASTIKAN KETERSEDIAAN PANGAN CUKUP SELAMA PANDEMI

“Pelonggaran pertumbuhan upah pada bulan Januari mungkin masih terlalu lambat bagi Bank of England. Namun, terdapat tanda-tanda menggembirakan bahwa perlambatan yang lebih besar akan segera terjadi dan penurunan suku bunga pada bulan Juni mungkin terjadi,” kata Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics.

Sejumlah pakar menyarankan pelaku pasar agar menilik data-data ekonomi berikutnya sebelum merevisi ekspektasi waktu penurunan suku bunga BoE. Beberapa pakar lainnya juga menegaskan masih meyakini The Fed dan ECB bakal menurunkan suku bunga lebih awal daripada BoE, kendati data-data ekonomi Inggris lebih lemah dari perkiraan.

“Satu laporan tidak membentuk suatu tren, dan ini menjadikan laporan pasar tenaga kerja bulan depan sebagai suatu hal yang sangat penting, karena hadir sesaat sebelum (perilisan) proyeksi baru BoE dalam Laporan Kebijakan Moneter bulan Mei,” kata George Buckley, Kepala Ekonom Eropa di Nomura.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.