Data Tenaga Kerja Bikin USD/CAD Jatuh Ke Bawah 1.27 Lagi

Pasangan mata uang USD/CAD anjlok sekitar 0.4 persen ke kisaran 1.2674 dalam perdagangan sesi New York hari ini (7/1/2022) seusai rilis data tenaga kerja Amerika Serikat dan Kanada. Kedua laporan yang dirilis secara terpisah itu menampilkan situasi kontras yang lebih menguntungkan bagi Loonie dalam jangka pendek.

Data Tenaga Kerja Bikin USDCAD Jatuh Ke Bawah 1.27 Lagi

Konsensus ekonom hanya memperkirakan tambahan pekerjaan sebanyak 27.5k dan tingkat pengangguran tetap pada 6.0 persen untuk bulan Desember 2021. Namun, laporan Badan Statistik Kanada ternyata mengungguli estimasi tersebut. Pasar tenaga kerja Kanada menghasilkan 54.7 pekerjaan di akhir tahun 2021, sementara tingkat pengangguran turun dari 6 persen menjadi 5.9 persen -terendah sejak pecahnya krisis pandemi pada Februari 2020-.

“Terlepas dari pertumbuhan populasi yang lebih kuat baru-baru ini dan tingkat partisipasi yang tak berubah, kemajuan solid dalam pekerjaan (Kanada) cukup untuk menurunkan tingkat pengangguran ke 5.9 persen,” kata Andrew Grantham, seorang ekonom dari CIBC Capital Markets, “Meskipun tak semua rinciannya positif, dengan pertumbuhan gaji melambat secara tak terduga dan jumlah jam kerja jatuh selama sebulan, laporan hari ini masih menandakan bahwa perekonomian (Kanada) sangat dekat dengan full-employment pada Desember (2021).”

Baca Juga:   Dolar Tergelincir Lebih Rendah Terhadap Mata Uang Utama Lainnya Tapi Tetap Secara Luas Didukung

Laporan tenaga kerja Kanada yang kinclong memberikan energi tambahan bagi Loonie untuk menguat di pasar forex. Apalagi data-data mendukung ekspektasi pasar untuk pengumuman kenaikan suku bunga oleh bank sentral Kanada (BoC) pada akhir bulan ini.

“Kami membuka posisi short GBP/CAD dengan menargetkan 1.69. Menyusul laporan tenaga kerja Kanada, kami pikir pasar akan bergerak untuk memperhitungkan risiko kenaikan suku bunga oleh BoC bulan ini,” kata Mazen Issa, pakar strategi FX senior di TD Securities, “Meskipun kami secara resmi memperkirakan (kenaikan suku bunga) ini akan dimulai pada April, kami mengakui bahwa BoC -seperti halnya bank-bank sentral lain- mungkin memilih untuk ‘bergerak lebih awal’ lantaran tekanan inflasi (yang sangat tinggi).”

Issa memperkirakan GBP/CAD berpeluang jatuh sampai 1.68 dalam tempo 1-2 bulan mendatang. Namun, ia tidak menyarankan posisi jual pada USD/CAD. Alasannya, “Meskipun kami juga suka posisi short USD/CAD, sisi USD bisa rumit karena sikap The Fed yang sangat hawkish, pergerakan pasar yang lebih luas, dan penempatan posisi yang sudah mengakar.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply