analisaforex

Data Ritel dan PMI Inggris Melempem, Pound Masih Berpeluang Bullish

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD jatuh sekitar 0.5 persen ke kisaran terendah harian 1.3636 dalam perdagangan sesi New York (22/1), setelah rilis data penjualan ritel dan PMI Inggris meleset dari ekspektasi. Meski demikian, para analis berpendapat poundsterling masih punya peluang untuk naik lagi asalkan program vaksinasinya sukses memandu pemulihan ekonomi ke depan.

Pound Masih Punya Peluang Bullish

Penjualan ritel Inggris hanya naik 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan Desember 2020, padahal konsensus mengharapkan kenaikan 1.1 persen. Tak hanya itu, data penjualan ritel bulan November direvisi turun. Situasi ini terjadi karena banyak perusahaan diperintahkan agar tetap tutup demi membendung COVID-19.

Pengetatan lockdown mulai awal bulan Januari ini semakin memperburuk situasi. Hasil survei preliminer untuk Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Januari 2021 menampilkan skor ambruk dari 49.4 ke 38.8 untuk sektor jasa, padahal konsensus hanya mengantisipasi penurunan sampai 45.0. PMI Manufaktur tak terdampak seburuk itu, tetapi tetap selip dari 57.7 menjadi 52.9, meleset dari ekspektasi 54.0. Untungnya, situasi ini diperkirakan hanya akan berlangsung dalam jangka waktu terbatas.

Baca Juga:   Pelemahan Dolar Australia Disinyalir Bagus Bagi Pertumbuhan Ekonomi

“Ekonomi jasa terpukul keras oleh pembatasan dalam perdagangan dan berkurangnya belanja konsumen pada awal tahun, aktivitas bisnis jatuh dengan laju tercepat dalam delapan bulan,” catat IHS Markit.

Kemudian IHS Markit menambahkan dalam laporannya, “Terlepas dari cepatnya kejatuhan kembali aktivitas bisnis pada awal tahun, data terbaru menandakan perusahaan-perusahaan sektor swasta Inggris tetap optimis tentang prospek mereka dalam basis jangka panjang. Indeks yang mengukur ekspektasi bisnis untuk 12 bulan ke depan naik sedikit sejak Desember dan berada pada posisi tertinggi sejak Mei 2014.”

Responden survey tersebut menilai ekspektasi bisnis ke depan positif karena distribusi vaksin yang sukses. Penyebaran vaksin Inggris berlangsung sesuai rencana dengan target memberikan vaksin pada semua anggota masyarakat yang rentan per Februari mendatang. Saat ini, sudah nyaris 5,5 juta orang tervaksinasi.

Dalam catatan bulannya, Credit Suisse mengatakan ada peluang apresiasi Sterling dalam bulan-bulan ke depan jika Inggris berhasil menjalankan program vaksinasi. Sebagaimana diungkapkan oleh Shahab Jalinoos, pakar strategi trading dari Credit Suisse, “GBP semakin tampak seperti permainan ‘Covid menjauh’ di ruang G10.”

Baca Juga:   Euro Melejit Berkat Proposal Paket Stimulus Fiskal Uni Eropa

Pasar saat ini memperkirakan bank sentral Inggris (BoE) akan memangkas suku bunga per Juni 2021. Jalinoos menilai Sterling berpeluang naik jika ekspektasi pemangkasan suku bunga ini tereliminasi, tetapi hal ini membutuhkan pasar yang meyakini proses vaksinasi berlangsung dengan laju yang cepat hingga seluruh negeri mencapai imunitas. Credit Suisse memperkirakan GBP/USD dapat meraih 1.40 tahun ini, sedangkan GBP/EUR menggapai 1.15.

“Dengan pasar masih memperhitungkan peluang suku bunga negatif yang tinggi, jika Inggris benar-benar mencapai herd immunity dengan sangat cepat berkat program vaksinasi yang sukses, ekspektasi suku bunga dan GDP akan bertolak naik, membuka ruang untuk keunggulan GBP secara umum,” tambah Jalinoos.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply