Data NFP Membantah The Fed, Dolar AS Setop Pelemahan

Greenback menanjak pada perdagangan sesi New York malam ini (2/12/2022), menyusul rilis data Nonfarm Payroll (NFP) yang lebih baik daripada estimasi konsensus. Indeks dolar AS (DXY) sempat naik sekitar 0.5 persen sampai tertinggi harian pada 105.58, sementara EUR/USD terbanting lagi dari level tertinggi lima bulan. Upaya rebound dolar AS menghadapi perlawanan kuat beberapa saat setelah imbas langsung dari rilis NFP berlalu, tetapi muncul spekulasi baru tentang suku bunga The Fed.

Data NFP Membantah The Fed Dolar AS Setop Pelemahan

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa sebanyak 263 warga Amerika Serikat memperoleh pekerjaan pada sektor non-pertanian pada bulan November 2022. Sementara itu, data untuk periode Oktober direvisi naik dari 261k menjadi 284k. Rangkaian laporan ini mengejutkan bagi para ekonom dan pelaku pasar yang memperkirakan data NFP hanya mencapai 197k pada Oktober dan 200k pada November.

Dalam pidato pada hari Rabu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa “moderasi pertumbuhan permintaan tenaga kerja akan diperlukan” agar The Fed bisa yakin inflasi akan turun kembali ke target 2 persen. Dengan data NFP yang tetap tinggi, “moderasi pertumbuhan permintaan tenaga kerja” itu jelas sekali belum terealisasi. Konsekuensinya, The Fed kemungkinan harus terus menaikkan suku bunga hingga awal tahun depan.

Baca Juga:   Emas Hit 12 Minggu Tinggi Terhadap Kegelisahan Perang Suriah , Ketidakpastian Fed

“Rekrutmen AS beserta parameter aktivitas pasar tenaga kerja lainnya seperti lowongan dan pertumbuhan gaji tetap terlalu tinggi dibandingkan keinginan The Fed,” kata Hussain Mehdi, pakar strategi investasi dan makro di HSBC Asset Management, “Dengan mempertimbangkan hal ini dan ketangguhan ekonomi AS yang lebih luas dan inflasi inti yang melekat, kami pikir spekulasi tentang penghentian (kenaikan suku bunga) The Fed sedini rapat Januari/Februari (menjadi) tidak beralasan.”

“The Fed mengharapkan pendinginan dalam pasar tenaga kerja agar dapat mengembalikan inflasi ke rentang targetnya, tetapi data tenaga kerja November tidak memenuhi harapan itu,” ujar Katherine Judge, ekonom di CIBC Capital Markets, “Ada beberapa titik kelemahan dalam laporan tersebut, karena survei rumah tangga menunjukkan penurunan dalam ketenagakerjaan untuk bulan kedua beruntun, tetapi jika digabungkan dengan penurunan dalam tingkat partisipasi, tingkat pengangguran tetap pada 3.7 persen.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.