analisaforex

Credit Suisse: Proyek Infrastruktur Biden Dukung Penguatan USD

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) terkoreksi dalam perdagangan dua hari terakhir lantaran sepinya perdagangan global di tengah libur Paskah. Saat berota ditulis (2/4/2021), DXY defensif pada level 92.87. Namun, pelemahan tersebut cenderung terbatas lantaran masih banyaknya faktor yang mendukung prospek bullish greenback. Salah satunya adalah rancangan anggaran untuk proyek infrastruktur yang diumumkan Presiden AS Joe Biden baru-baru ini.

Proyek Infrastruktur Biden Dukung Penguatan USD

Pada hari Rabu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rancangan anggaran untuk penciptaan lapangan kerja senilai USD2.25 triliun. Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara, stasiun, penyediaan akses broadband, dan lain-lain. Anggaran juga mengalokasikan dana bagi sektor-sektor non-infrastruktur seperti pelayanan sosial dan riset. Hal ini meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS ke depan.

“Proyeksi kami untuk kekuatan USD secara umum terus berlanjut,” kata Shahab Jalinoos, Kepala Strategi FX Global di Credit Suisse, “Penggerak utama masih tetap ekspektasi bagi prospek pertumbuhan ekonomi AS yang terus meningkat.”

Baca Juga:   Pasca Rapat RBA, Reli Dolar Australia Rentan Terkoreksi

George Vessey, pakar strategi mata uang dari Western Union Business Solution, menyampaikan pendapat senada. Katanya, “Rencana (anggaran infrastruktur Biden) ini memperkuat dolar AS, tetapi juga meningkatkan indeks saham AS -korelasi negatif antara keduanya tampaknya telah memudar.”

Efek samping dari rencana anggaran belanja masif seperti ini biasanya berupa kenaikan pajak dan utang pemerintah yang diperlukan untuk mendanainya. Tapi optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS telah mendorong yield obligasi meningkat, sehingga hal ini juga tak merugikan bagi investor.

Kenaikan yield obligasi biasanya membuat dolar AS menguat karena investor asing akan membeli obligasi AS dan aset-aset serupa yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi dibanding negara lain. Investor dari negara-negara ber-yield lebih rendah seperti Jepang akan lebih memilih untuk berinvestasi pada obligasi AS daripada menyimpan uang menganggur di negaranya sendiri tanpa imbal hasil yang seimbang.

“Pasar harus menelaah fakta bahwa Presiden Biden sangat serius dalam membuat rencana belanja infrastruktur mayor,” tambah Jalinoos, “Kesimpulannya adalah bahwa rencana anggaran belanja Presiden Biden itu besar, multi-tahun, dan menjangkau lebih dari sekedar belanja infrastruktur. Semua faktor ini sekarang diperhatikan oleh pasar AS.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply