Credit Agricole: Kurs Dolar Berkaitan Dengan Saham Tekno AS

Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke bawah ambang 104.00 dalam perdagangan awal sesi New York hari Jumat (23/2/2024). Rebound dolar AS yang cukup singkat kemarin kemungkinan berkaitan dengan euforia sesaat dalam beberapa saham teknologi unggulan AS.

Credit Agricole Kurs Dolar Berkaitan Dengan Saham Tekno AS

Laporan terbaru dari tim riset FX di bank investasi ternama Credit Agricole mengungkapkan bahwa kinerja beberapa saham teknologi AS tampaknya berkontribusi terhadap minimal setengah kinerja USD baru-baru ini. Saham-saham tekno AS tersebut adalah Microsoft, Apple, Nvidia, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Tesla —yang terkenal dengan julukan “Magnificent 7”.

Credit Agricole menyatakan pula bahwa dukungan kinerja pasar ekuitas terhadap USD itu memiliki batas-batas tertentu. Apabila pasar melancarkan aksi jual atas saham-saham tekno AS, dolar AS dapat terimbas negatif.

“Salah satu perkembangan yang paling menarik di pasar FX sejak awal tahun 2024 adalah korelasi erat antara USD dan pasar ekuitas AS secara umum –dan saham-saham perusahaan teknologi ‘Magnificent 7’ secara khusus,” ungkap Valentin Marinov, kepala riset FX di Credit Agricole.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 30/09/2020 - LPS SIAPKAN PEMBAYARAN SIMPANAN DAN LIKUIDASI BPR BRATA NUSANTARA

“Kesimpulan ini semakin diperkuat oleh hasil analisis kami terhadap arus ETF, yang menunjukkan bahwa sebagian besar dana asing masuk ke pasar saham AS ETF tanpa hedging. Menurut kami, aliran masuk tanpa hedging ke pasar saham AS baru-baru ini menguntungkan bagi USD, sedangkan pelemahan mata uang yang kita perkirakan (akan terjadi) bisa jadi disebabkan oleh penjualan asing atas saham-saham (teknologi) AS.” lanjut Marinov.

“Mendekati akhir bulan Februari, (kita) dapat menyaksikan aksi jual USD dari investor uang riil yang menyeimbangkan kembali portofolio ekuitas global mereka. Sungguh, kami mencatat bahwa bulan-bulan di mana pasar saham global mengalami reli biasanya membuat USD berada di bawah tekanan pada akhir bulan karena adanya penyeimbangan kembali arus hedging.”

Pergerakan berbagai pasangan mata uang mayor saat ini nyaris mendatar. USD/JPY tertahan dekat kisaran 150.50-an. EUR/USD berkonsolidasi pada kisaran 1.0840-an. GBP/USD menguat lebih lanjut sampai menyentuh ambang 1.2700, tetapi masih kekurangan katalis untuk menembus resistance tersebut.

Situasi tersebut mengisyaratkan potensi pelemahan dolar AS pada pekan depan. Apabila perkiraan akurat, maka berbagai mata uang rival greenback berpeluang menguat dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.