CPI Dan Ritel AS Mengecewakan, Dolar AS Tertekan

Indeks Dolar AS (DXY) terguling sekitar 0.5 persen sampai ke bawah ambang 104.50 dalam perdagangan awal sesi New York hari Rabu (15/5/2024), menyusul rilis data inflasi konsumen dan penjualan ritel Amerika Serikat yang mengecewakan. Greenback babak belur terhadap semua mata uang mayor lain, terutama Yen Jepang, Dolar Aussie, Dolar Kiwi, dan Pound Inggris.

CPI dan Ritel Mengecewakan, Dolar AS Tertekan

Data resmi menunjukkan inflasi CPI AS naik 0.3 persen (bulan ke bulan) pada April. Angka tersebut menandakan penurunan dibandingkan bulan Maret (0.4 persen), sekaligus meleset dari ekspektasi konsensus (0.4 persen). Inflasi tahunan AS juga menurun dari 3.5 persen menjadi 3.4 persen, sesuai perkiraan.

Setelah tiga bulan menghadapi kejutan inflasi tinggi yang tidak menyenangkan, data yang lebih lemah dari perkiraan ini memperbarui harapan pasar untuk terjadinya disinflasi. Ada kemungkinan bahwa kenaikan inflasi dalam tiga bulan pertama tahun ini cuma anomali, sehingga tren inflasi tetap terus menurun dan The Fed dapat segera memangkas suku bunganya.

Data pasar uang saat ini menunjukkan investor kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 2 kali dalam tahun 2024, masing-masing sebesar 25 basis poin. Ini naik sedikit sedikit dibandingkan sebelumnya, sekaligus sejalan dengan proyeksi Federal Reserve yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini.

Baca Juga:   Harga Minyak Secara Luas Stabil Karena Data Inventaris Mendukung Harapan Kesepakatan Perdagangan

“Peningkatan CPI Inti yang sedikit lebih rendah sebesar 0.3 persen (bulan/bulan) pada bulan April bahkan lebih baik dari yang terlihat, terutama mengingat kita telah mengetahui bahwa komponen-komponen PPI yang dimasukkan ke dalam pengukuran deflator PCE pilihan The Fed, secara seimbang, lebih lemah dari perkiraan. Sebagai panduan kasar, kami memperkirakan PCE inti meningkat sekitar 0.20 persen (bulan/bulan),” kata Paul Ashworth, Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, “Dengan mempertimbangkan semuanya, hal ini konsisten dengan pemotongan suku bunga The Fed pada bulan September.”

Dolar AS terbebani oleh spekulasi pasar yang lebih dovish ini, sehingga membuka kemungkinan untuk kemerosotan lebih lanjut dalam jangka pendek. Apalagi data penjualan ritel AS malam ini malah menampilkan kinerja yang jauh lebih buruk dari perkiraan konsensus.

Pertumbuhan ritel AS tercatat nol persen pada periode April. Angka tersebut meleset sangat drastis dibandingkan kenaikan 0.7 persen pada periode sebelumnya maupun ekspektasi 0.4 persen yang dipatok oleh konsensus.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.