analisaforex

China Blokir Impor Batu Bara, Dolar Australia Terguncang

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD ambruk sampai kisaran terendah 0.7165 pada sesi Asia (13/10) gegara laporan tentang pemblokiran impor batu bara asal Australia di pelabuhan China. Ada kecurigaan kalau insiden ini merupakan bagian dari balasan pemerintah China terhadap sikap diplomatik Australia yang memihak AS. Akibatnya, dolar Australia juga tumbang terhadap beragam mata uang mayor lain, termasuk dalam pasangan AUD/NZD.

Dolar Australia Terguncang

Beberapa media massa seperti Bloomberg dan South China Morning Post melaporkan bahwa pembangkit listrik dan pabrik besi baja China telah menerima instruksi untuk segera berhenti menggunakan batu bara yang diimpor dari Australia. Laporan yang sama mengungkapkan pula, pelabuhan dilarang untuk bongkar muat kapal-kapal pembawa batu bara Australia.

“AUD terpukul sekitar pukul 00.00 GMT ketika China kabarnya mensuspen pembelian batu bara Australia. Tidak ada konfirmasi resmi, tetapi laporan mengatakan pemerintah China memberitahu pelabuhan-pelabuhannya agar menghentikan bongkar muat batu bara Australia dan memerintahkan pembangkit listrik dan pabrik baja untuk berhenti menggunakan bahan bakar asal Australia. Hal ini terjadi walaupun ada kontrak jangka panjang yang masih berlaku,” kata Marshall Glitter, Kepala Riset Investasi di BDSwiss Group.

Baca Juga:   Keuntungan EUR / USD Pada Data Perumahan AS Yang Lemah

Batu bara merupakan komoditi ekspor terbesar kedua Australia, dan merupakan sumber pendapatan ekspor terbesar kedua setelah bijih besi. Batu bara berkontribusi untuk sekitar 14 persen ekspor Australia, sedangkan China merupakan destinasi ekspor utamanya. Pemblokiran ekspor batu bara di China kemungkinan memangkas pendapatan luar negeri, sehingga membawa konsekuensi besar bagi nilai tukar dolar Australia.

Lebih buruk lagi, China merupakan destinasi ekspor utama bagi banyak komoditi lain dari Australia. Apabila relasi kedua negara memburuk dan meluas dengan pemblokiran komoditi lain, Dolar Australia dapat menghadapi tekanan yang lebih signifikan.

“Sebagai sinyal dari peningkatan ketegangan antara kedua negara dan permulaan dari hal-hal yang mungkin akan datang, ini sinyal yang buruk. Australia adalah negara (mayor) yang paling tergantung pada ekspor ke China, sejauh yang saya tahu,” tambah Gittler, “Dengan mempertimbangkan wacana Reserve Bank of Australia tentang suku bunga negatif dan penilaian baiknya tentang dampak kebijakan moneter bagi nilai tukar, latar belakang fundamental agaknya melawan AUD saat ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply