Bos The Fed Ingin Pangkas Suku Bunga, Dolar Nelangsa

Indeks Dolar AS (DXY) melorot lebih dari 0.4 persen sampai kisaran terendah 103.28 pada perdagangan sesi New York hari Rabu (6/3/2024). EUR/USD dan GBP/USD bahkan melambung sampai level tertinggi satu bulan masing-masing. Aksi jual greenback terpicu oleh testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di DPR AS.

Bos The Fed Ingin Pangkas Suku Bunga Dolar Nelangsa

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS bahwa “jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan”, maka bank sentral diperkirakan akan memangkas suku bunga kebijakannya tahun ini. Di saat yang sama, ia menambahkan bahwa kemajuan yang berkelanjutan dalam inflasi “tidaklah terjamin”.

Pernyataan Powell kali ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pernyataannya dalam kesempatan-kesempatan lain. Akan tetapi, sejumlah analis berpendapat pernyataannya kali ini memudarkan harapan segelintir pelaku pasar yang sempat berharap The Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Kesenjangan antara realita dan ekspektasi ini memicu aksi beli ekuitas dan aksi jual dolar AS.

“Sang Ketua (The Fed) telah konsisten setidaknya dalam beberapa pertemuan terakhir dan faktanya Powell pernah menegaskan kembali bahwa mereka akan menurunkan suku bunga akhir tahun ini,” kata Chris Zaccarelli, kepala investasi IAA, “Pasar beralih dari mengharapkan banyak penurunan suku bunga menjadi mulai khawatir mengenai apakah The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga tahun ini atau tidak, dan fakta bahwa mereka mengatakan bahwa mereka masih ingin melakukan pemotongan (suku bunga), menurut saya, secara seimbang, adalah kabar baik bagi pasar (ekuitas).”

Baca Juga:   Dolar Jatuh Karena Serangan Terhadap Fasilitas Penyulingan Arab Saudi Yang Mengganggu Pasokan Minyak Global

“Pernyataan pembukaan Ketua Fed Powell kepada Kongres pada dasarnya mengulangi poin-poin utama yang sama yang telah ia dan rekan-rekannya sampaikan selama berbulan-bulan,” kata Matt Weller, kepala riset pasar di StoneX, “Dengan penolakan Ketua Fed Powell untuk mendukung kemungkinan (suku bunga tidak turun), beberapa trader yang berpikiran maju telah membalikkan taruhan bullish terhadap greenback yang telah dibuat selama beberapa minggu terakhir.”

Testimoni Powell ini bukanlah kabar terburuk bagi dolar AS hari ini. Masih ada satu berita buruk lain dari Automatic Data Processing (ADP).

ADP melaporkan payroll swasta AS naik sedikit lebih rendah dari perkiraan pada bulan Februari lalu, sementara upah bagi pekerja meningkat dengan laju paling lambat dalam 2.5 tahun terakhir. Angka-angka tersebut konsisten dengan tren pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga membebani greenback menjelang rilis data tenaga kerja AS yang lebih komprehensif pada hari Jumat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.