Bos Bank Sentral Italia Ingin Turunkan Bunga Euro Lagi

Kurs EUR/USD terkekang antara 1.0810-1.0830 dalam perdagangan hari Selasa (9/7/2024), masih dalam rentang yang sama sejak akhir pekan lalu. Namun, momentum jual semakin menguat lantaran pernyataan seorang petinggi ECB yang berhaluan dovish.

Bos Bank Sentral Italia Ingin Turunkan Bunga Euro Lagi

European Central Bank (ECB) telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, tetapi tidak menyampaikan petunjuk apa pun mengenai kebijakan berikutnya. Fabio Panetta, pimpinan Bank of Italy sekaligus anggota dewan gubernur ECB, mengungkapkan bahwa ia mendukung pemangkasan lanjutan.

Panetta mengatakan bank sentral Eropa bisa terus menurunkan suku bunga secara bertahap tanpa mengobrak-abrik penurunan inflasi yang telah berlangsung. Ia meremehkan kekhawatiran terhadap inflasi jasa yang masih sangat tinggi, karena menganggap bahwa penurunan harga-harga jasa memang sewajarnya tertunda dibandingkan harga barang-barang biasa. Ia juga menilai pertumbuhan gaji akan termoderasi.

“Penurunan suku bunga resmi dapat dilakukan secara bertahap, seiring dengan kembalinya inflasi ke targetnya, jika tren makroekonomi tetap sejalan dengan ekspektasi ECB,” ungkap Panetta kepada para bankir yang menghadiri sebuah konferensi di Roma hari ini.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 06/08/2018 - TRINUGRAHA CAPITAL LEPAS SAHAM DI BFI KE COMPASS BANCA DAN STAR FINANCE

Ia menambahkan, “Kenaikan suku bunga di masa lalu masih meredam permintaan, output, dan inflasi, serta akan terus berlanjut pada bulan-bulan mendatang.”

Menteri Keuangan Italia, Giancarlo Giorgetti, menyuarakan pendapat senada dalam konferensi yang sama. Ia menilai “kontraksi lebih lanjut dalam permintaan bisa jadi tidak berkelanjutan dan sukar ditanggung oleh perekonomian seperti Italia yang butuh nafas segar”.

Fabio Panetta terkenal sebagai salah satu tokoh ECB yang berhaluan paling dovish, sehingga pernyataannya kali ini tak berdampak besar di pasar FX. Kendati demikian, pasar akan terus memantau pernyataan para petinggi ECB lainnya untuk memperkirakan putusan suku bunga dalam rapat ECB mendatang.

Euro saat ini juga masih terbebani oleh kisruh politik Prancis. Pemilu pada akhir pekan lalu menghasilkan “parlemen gantung” di mana tidak ada satu kubu tertentu yang berhasil meraih mayoritas mutlak, sehingga negeri kiblat fesyen dunia ini kesulitan menentukan arah kebijakan ke depan. Koalisi sayap kiri mengatakan akan memimpin negara dengan panduan “naikkan pajak dan subsidi” yang telah mereka janjikan, tetapi kubu petahana yang berhaluan garis tengah masih menguasai jabatan-jabatan kunci.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.