BERITA SAHAM KAMIS 27/01/2022 – BI : RI PERLU LEBIH FLEKSIBEL HADAPI POTENSI KENAIKAN BUNGA OBLIGASI AS

IQPlus – Bank Indonesia (BI) menilai Indonesia perlu lebih fleksibel dalam menghadapi potensi peningkatan bunga obligasi Amerika Serikat (AS), yang akan dipicu oleh rencana kenaikan bunga acuan Bank Sentral AS, The Fed pada tahun 2022.

“Kenaikan suku bunga acuan Fed kemungkinan akan meningkatkan bunga obligasi AS menjadi 2,2 persen hingga 2,5 persen pada akhir tahun ini,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Annual Investment Forum 2022 yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Kamis.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia harus lebih fleksibel terutama dengan menyesuaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah agar tetap menarik di mata investor asing. Selain itu, Perry menegaskan nilai tukar rupiah juga akan lebih fleksibel dalam menghadapi kemungkinan kenaikan yield obligasi AS.

“Semuanya akan kami lakukan untuk memitigasi berbagai dampak dari kondisi global yang sedang terjadi,” tuturnya.

Oleh karena itu dari segi moneter, ia akan mengarahkan suku bunga kebijakan BI dan likuiditas untuk lebih mengarah kepada stabilitas perekonomian untuk menghadapi kondisi global.

Baca Juga:   Harga Minyak Jatuh Ditengah Naiknya Hitungan Rig AS, Venezuela Tetap Fokus

Kondisi pandemi saat ini yang dialami dunia memang merupakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kendati demikian dalam dua tahun ini, dirinya menilai semangat Indonesia sangat kuat, terutama didorong oleh koordinasi yang baik antar pemangku kebijakan, mulai dari Presiden, Menteri Keuangan, BI, dan otoritas lainnya. “Semuanya bersama untuk mengatasi masalah ini dan mengakselerasi pemulihan ekonomi,” ucap Perry.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.