analisaforex

BERITA SAHAM KAMIS 15/10/2020 – NILAI EKSPOR INDONESIA SEPTEMBER 2020 CAPAI US$14,01 MILIAR

Afiliasi IB XM Broker

IQPlus – Ekspor Indonesia pada September 2020 meningkat 6,97 persen dibanding Agustus 2020, yaitu dari US$13.095,8 juta menjadi US$14.008,4 juta. Sementara jika dibanding September 2019, ekspor menurun 0,51 persen. Peningkatan ekspor September 2020 dibanding Agustus 2020 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 6,47 persen, yaitu dari US$12.497,1 juta menjadi US$13.305,3 juta, demikian juga ekspor migas naik 17,43 persen dari US$598,7 juta menjadi US$703,1 juta.

Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil minyak 46,43 persen menjadi US$153,7 juta, ekspor minyak mentah 19,37 persen menjadi US$154,8 juta, dan ekspor gas 8,39 persen menjadi US$394,6 juta. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari. September 2020 mencapai US$117,19 miliar atau turun 5,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor kumulatif nonmigas mencapai US$111,25 miliar atau menurun 3,82 persen. Dari sisi volume, ekspor Indonesia September 2020 meningkat 1,38 persen dibanding Agustus 2020 yang disebabkan peningkatan volume ekspor nonmigas 0,49 persen, demikian juga migas naik 18,09 persen. Dibandingkan dengan September 2019, volume total ekspor menurun 19,06 persen, dengan nonmigas turun 21,12 persen, sedangkan migas naik 38,63 persen. Volume ekspor migas September 2020 terhadap Agustus 2020 untuk hasil minyak dan minyak mentah naik masing-masing 45,15 persen dan 22,28 persen, demikian juga gas naik 11,35 persen.

Baca Juga:   Demokrat Mendorong Penghentian Berhenti Bahwa Trump Tidak Mungkin Menerima

Secara kumulatif, volume ekspor menurun 12,14 persen dibanding periode Januari. September 2019 yang disumbang oleh penurunan ekspor nonmigas 12,79 persen, sedangkan migas naik 3,50 persen.

Rata-rata harga agregat barang ekspor Indonesia secara total pada September 2020 meningkat 5,51 persen terhadap Agustus 2020. Demikian juga jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019 naik 22,93 persen. Rata-rata harga ekspor nonmigas September 2020 naik 5,95 persen terhadap Agustus 2020. Sementara itu rata-rata harga ekspor migas September 2020 menurun 0,56 persen dengan rata-rata harga ekspor minyak mentah dan gas turun masingmasing 2,38 persen dan 2,67 persen, sedangkan hasil minyak naik 0,88 persen. Indeks harga ekspor September 2020 sebesar 159,78 (tahun dasar 2013).

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2020 terhadap Agustus 2020 terjadi pada besi dan baja US$266,0 juta (32,48 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata US$113,2 juta (13,32 persen).

Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah lemak dan minyak hewan/ nabati US$198,5 juta (13,09 persen); kendaraan dan bagiannya US$141,2 juta (28,26 persen); mesin dan perlengkapan elektrik US$55,8 juta (7,07 persen); serta plastik dan barang dari plastik US$36,3 juta (17,83 persen). Sementara komoditas yang menurun selain logam mulia, perhiasan/ permata adalah barang dari besi dan baja US$73,8 juta (50,17 persen); bahan bakar mineral US$42,6 juta (3,84 persen); barang dari kulit samak US$27,7 juta (41,04 persen); serta tembakau dan rokok US$17,4 juta (17,50 ). Selama Januari-September 2020, ekspor dari 10 golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 50,35 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut turun 1,76 persen terhadap periode yang sama tahun 2019.

Baca Juga:   GBP / USD Masih Lebih Rendah Setelah Menit BoE

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply