analisaforex

Barclays: Dolar Kanada Bakal Unggul Dalam Jangka Pendek

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang USD/CAD meroket dalam perdagangan pekan ini, setelah bank sentral Kanada (BoC) mengumumkan penyesuaian kebijakan Quantitative Easing yang mengagetkan pasar. Dari pembukaan awal pekan pada level 1.3124, USD/CAD melejit sampai kisaran 1.3330 dalam perdagangan hari Jumat ini (30/10). Namun, analis dari bank terkemuka Barclays menilai dolar Kanada memiliki peluang untuk menguat kembali dalam waktu dekat.

Dolar Kanada Bakal Unggul Dalam Jangka Pendek

Menurut Barclays, dolar Kanada berpeluang unggul berkat pengendalian krisis COVID-19 yang lebih baik serta dukungan subsidi pemerintah yang lebih melimpah dari pemerintah Kanada. Apalagi nilai tukar mata uang sudah masuk kategori undervalued.

“Kami melihat ruang bagi keunggulan CAD dalam jangka pendek,” kata Juan Prada, pakar strategi forex dari Barclays, “Dari sisi domestik, rebound dalam ketenagakerjaan dan GDP sudah lebih kuat daripada ekspektasi. Selain itu, meski kenaikan kasus COVID-19 menghadirkan risiko bagi pemulihan, rendahnya fatalitas dan tingkat tes positif menandakan manajemen krisis kesehatan yang lebih baik di Kanada dibandingkan rekan-rekan G10-nya.”

“Kanada sudah menyediakan dukungan fiskal mendekati 17 persen dari GDP-nya, yang sangat tinggi dibanding rekan-rekannya. Lebih lanjut, anggaran fiskal yang diperpanjang baru-baru ini, mencakup pemberian asuransi ketenagakerjaan yang diperluas dan program tunjangan baru, menandakan bahwa kebijakan fiskal akan terus menyediakan bantuan bagi perekonomian.”

Baca Juga:   Aussie Pulih Sedikit Setelah Data GDP China Lebih Baik

Sementara itu, analis pasar lain berpendapat CAD punya peluang menguat kembali karena sebagian faktor yang mendorong pelemahannya saat ini merupakan sentimen risk-off pasar yang bakal segera memudar. Selama sentimen risiko pasar kembali stabil, CAD juga akan ikut diminati lagi.

“Pergerakan hari-ke-hari dalam risiko (diukur dengan S&P yang dapat mengukur minat risiko secara kasar) adalah penggerak pasar forex negara berkembang saat ini,” ungkap John Velis, pakar strategi makro dan forex dari BNY Mellon.

Sebagaimana diketahui, pasar keuangan global telah dilanda aksi jual masif dalam beberapa hari terakhir. Ekuitas dan mata uang-mata uang high risk mengalami penurunan drastis, karena trader dan investor mengkhawatirkan prospek pemulihan ekonomi dunia di tengah maraknya gelombang kedua COVID-19.

Menurut Velis, korelasi antara dolar Kanada dan pasar ekuitas AS merupakan yang tertinggi diantara G10. Hal ini menyebabkan dolar Kanada jatuh bersama ekuitas AS, tetapi juga dapat segera pulih kembali setelah ekuitas beranjak naik.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply