Bank Sentral Inggris Optimistis, Pound Lanjutkan Rebound

Kurs GBP/USD melambung ke kisaran 1.2400 dalam perdagangan sesi Eropa dan New York kemarin, kemudian mempertahankan penguatannya pada pembukaan sesi Asia hari Jumat ini (18/6/2022). Pelaku pasar menyambut baik keputusan bank sentral Inggris (BoE) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Pound Lanjutkan Rebound

Kurs pound sterling awalnya melemah terhadap dolar dan euro menyusul pengumuman suku bunga BoE, karena kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar sejak jauh-jauh hari. Sejumlah analis bahkan mengharapkan kenaikan sebanyak 50 basis poin. Namun, posisinya langsung melonjak kembali setelah pasar menelaah pernyataan BoE lebih lanjut.

BoE ternyata tidak siap untuk menghentikan siklus kenaikan suku bunganya, meskipun banyak pihak memperkirakan mereka bakal menyetop “rate hike” sehubungan dengan data pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan. Alih-alih, BoE justru memeringatkan akan bertindak lebih agresif jika inflasi terus meningkat di masa depan. Hal ini mengisyaratkan sikap yang sedikit lebih hawkish daripada perkiraan analis, meskipun masih kurang agresif dibandingkan perkiraan sebagian besar trader.

Baca Juga:   Aussie Tetap Melemah Setelah Bank Sentral Bertahan Stabil

Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics, mengatakan, “Kami pikir Bank of England terlalu memikirkan perekonomian yang melemah dan tidak cukup memerhatikan inflasi yang melonjak. Itu mengisyaratkan bahwa BoE mungkin akan menaikkan suku lebih cepat. Tapi bagaimanapun, kami pikir Bank harus menaikkan suku bunga ke puncak 3.00 persen. Itu sedikit lebih rendah dari puncak 3.50 persen yang sekarang diperhitungkan di pasar, tetapi lebih tinggi dari puncak 2.00 persen yang diharapkan oleh sebagian besar analis.”

Keputusan BoE secara keseluruhan dapat menopang kurs pound sterling dalam jangka pendek, atau setidaknya hingga pasar mengetahui kabar tentang data-data ekonomi Inggris terbaru dan perkembangan masalah Protokol Irlandia Utara. Parlemen Inggris siap mengesahkan legislasi yang akan mengubah esensi Protokol Irlandia Utara yang telah disepakati dengan Uni Eropa saat Brexit, sehingga berpotensi memicu perang dagang.

Brussels kemarin mengancam akan menuntut Inggris di pengadilan atas tuduhan pelanggaran kesepakatan Brexit. Maros Sefcovic, wakil presiden Komisi Eropa, mengklaim bahwa rancangan legislasi Inggris itu “telah menciptakan ketidakpastian mendalam dan membayangi kerjasama internasional kami.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.