Australia Mau Naikkan Bunga Lagi, AUD/USD Bertaji

AUD/USD sempat menanjak lebih dari 0.6 persen sampai level tertinggi harian pada 0.6747 dalam perdagangan hari Selasa (18/4/2023). Rilis notulen rapat bank sentral Australia (RBA) bernada hawkish, sehingga memberikan fondasi yang lebih kuat bagi penguatan kurs dolar Australia ke depan. Namun, masih ada banyak ketidakpastian.

Australia Mau Naikkan Bunga Lagi AUDUSD Bertaji

Notulen dari rapat RBA pada awal bulan ini menunjukkan bahwa bank sentral sempat mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga lagi untuk ke-11 kali beruntun. Meskipun mereka kemudian memutuskan untuk membiarkan suku bunga tetap pada tingkat 3.60 persen, RBA menegaskan kesiapan untuk menaikkan bunga lebih lanjut jika inflasi dan permintaan tetap tinggi.

“Notulen dari rapat RBA April memperkuat pandangan kami bahwa keputusan untuk tak mengubah suku bunga (kemarin) tidak mensinyalkan berakhirnya siklus pengetatan moneter bank sentral,” kata Abhijit Surya, ekonom Australia dan New Zealand di Capital Economics yang memperkirakan adanya kenaikan bunga RBA terakhir sebesar 25 basis poin pada Mei mendatang.

“Kami telah memprediksi Notulen Rapat Dewan April untuk menjadi urusan yang sederhana…tapi ternyata Notulen Rapat Dewan April memuat banyak informasi yang cukup menarik,” ujar Gareth Aird, kepala riset ekonomi di Commonwealth Bank of Australia.

Baca Juga:   US Durable Goods Orders Menurun Akibat Kasus Boeing dan Perang Dagang

Beberapa analis lain bersikap lebih hati-hati. Mereka mengingatkan bahwa keputusan RBA berikutnya akan tetap berbasis pada data.

“Keputusan (RBA) Mei masih sukar diprediksi,” kata Jarek Kowcza, ekonom senior di St.George Bank, Sydney, “RBA akan mengamati data ekonomi utama untuk menentukan apakah akan menaikkan atau menghentikan (kenaikan suku bunga) lagi, termasuk perkembangan ekonomi global, tren pengeluaran rumah tangga dan prospek inflasi dan pasar tenaga kerja. Laporan inflasi kuartal Maret kemungkinan akan menjadi penentu.”

Data Produk Domestik Bruto (PDB) China yang dirilis pada sesi Asia memberikan kejutan positif bagi sentimen risiko global, tetapi kurang menguntungkan bagi Aussie. Masalahnya, rincian data mengungkap situasi yang kurang suportif bagi sektor industri Australia.

“Komposisi dari kejutan dalam data ekonomi China tak menguntungkan bagi Australia. Produksi industri dan investasi tetap China –pengguna logam Australia terbesar– lebih lemah dari ekspektasi pada Maret,” kata Joseph Capurso, pakar strategi FX di CBA, “Dukungan kebijakan yang terbatas bagi belanja infrastruktur dari otoritas China merupakan beban bagi permintaan atas logam Australia. Kami memperkirakan dukungan data China bagi AUD untuk memudar hari ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.