analisaforex

Aussie Ambruk Gegara China Mempersulit Ekspor Australia

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD tumbang lebih dari 1.2 persen ke kisaran 0.6570-an dalam perdagangan hari ini (27/5) sehubungan dengan kian besarnya tekanan China terhadap Australia. Aussie juga ambruk sekitar 0.4 persen terhadap mata uang negeri jirannya, Dolar New Zealand. Pemerintah China memperketat aturan impor bagi beragam produk yang didatangkan dari Australia, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap outlook ekonomi negeri Kanguru ke depan.

Aussie Ambruk Gegara China Mempersulit Ekspor Australia

Pada tanggal 21 Mei, media massa melaporkan bahwa pejabat pabean China akan segera menerapkan prosedur dan aturan inspeksi baru bagi impor bijih besi dan batu bara mulai bulan depan. Hal ini disinyalir sebagai upaya China untuk menahan atau memblokir pengiriman bijih besi dan batu bara dari Australia sebagai langkah balasan atas keinginan Canberra untuk menginvestigasi asal muasal virus Corona di Wuhan. Padahal, bijih besi merupakan komoditas ekspor utama dan sumber pendapatan valas terbesar bagi Australia.

“Jika batu bara atau bijih besi, barang ekspor terbesar Australia, dipertimbangkan untuk menjadi subjek aksi pembalasan China, (maka) risiko bagi perekonomian negeri dan bagi AUD akan membesar,” kata Jane Foley, pakar strategi forex senior di Rabobank.

Baca Juga:   Harga Minyak Jatuh Meskipun Berita Perdagangan AS - China Positif

Pada awal bulan ini, China telah melarang impor daging sapi dari tiga produsen Australia dengan dalih masalah higienitas. Beberapa waktu kemudian, China menerapkan bea anti-dumping sebesar 73.6 persen dan bea anti-subsidi sebesar 6.9 persen terhadap impor barley dari Australia, efektif mulai tanggal 19 Mei 2020.

Pihak Beijing tidak menyatakan secara eksplisit bahwa langkah-langkah ini merupakan balasan terhadap upaya diplomatik Australia untuk menginvestigasi COVID-19. Akan tetapi, gencarnya aksi serupa secara beruntun menandakan hubungan perdagangan kedua negara telah memburuk dalam tempo satu bulan terakhir. Alih-alih berupaya menggunakan aturan dagang untuk menepis manuver Canberra, China menegaskan pihaknya memiliki kuasa atas perekonomian Australia.

Sementara itu, tak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan ekonomi Australia yang teramat pesat berkaitan erat dengan pertumbuhan China menjadi raksasa ekonomi dunia. Hingga saat ini China masih menjadi destinasi ekspor utama Australia. Seiring dengan memburuknya relasi kedua negara, outlook AUD pun semakin suram.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply